Kabupaten Bogor
Pelajar SMK di Cileungsi Tawuran, Polisi Amankan Enam Pelaku dengan Celurit dan Golok
Kapolsek Cileungsi Kompol Andri Alam mengungkapkan tawuran ini melibatkan dua sekolah SMK yang berada di wilayah Cileungsi.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CILEUNGSI - Polsek Cileungsi mengamankan sejumlah pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Cileungsi, Kabupaten Bogor pada Selasa (14/9/2021).
Para pelajar ini diamankan saat sedang melakukanbaksi tawuran pelajar di Jalan Raya Cileungsi -Jonggol pada Selasa siang.
Kapolsek Cileungsi Kompol Andri Alam mengungkapkan tawuran ini melibatkan dua sekolah SMK yang berada di wilayah Cileungsi.
"Para pelajar yang melakukan tawuran ini berasal dari SMK YPN Jonggol dan SMK Pijar Alam 2 Gandoang Cileungsi," kata Andri, Rabu (15/9/2021).
Baca juga: Cerita Wagub Jawa Barat, Penggemar Mobil Antik yang Ogah Didampingi Mobil Patwal
Baca juga: Bima Arya Perintahkan Camat dan Lurah Turut Awasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Kota Bogor
Aksi tawuran ini diketahui jajaran Polsek Cileungsi dari laporan warga.
Warga yang melihat aksi tawuran pelajar tersebut berhasil mengamankan pelaku MA, salah seorang pelajaran yang merupakan siswa SMK YPN Jonggol.
"MA diamankan dengan sebuah clurit yang ia bawa," jelasnya.
Usai menerima informasi atas kejadian tersebut, Polsek Cileungsi pun langsung datang ke lokasi.
"Kami melakukan pencarian terhadap para pelajar yang terlibat aksi tawuran hingga ke lokasi mereka sering berkumpul," ujar Andri.
Baca juga: PPKM Level 3 di Kota Depok Diperpanjang Hingga 20 September 2021, Ini Aturan Lengkapnya
Jajaran Polsek Cileungsi pun berhasil meringkus lima pelaku tawuran lainnya yakni DS, AP, MA, MRAR, dan FP.
"Para pelaku langsung dibawa ke Polsek Cileungsi untuk dilakukan pendataan," tuturnya.
Dari tangan para pelaku tawuran ini didapati barang bukti berupa 8 celurit, 1 golok, 1 stik golf, dan 6 unit sepeda motor.
"Kita sudah lakukan pendataan dan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Andri.