Kabar Artis
Artis SJ Boleh Beri Edukasi Tentang Pelecehan, KPAI: Penting Memerhatikan Kelayakan Informasi
Artis SJ kini jadi sorotan usai glorifikasi dirinya ketika baru keluar dari penjara. Simak selengkapnya.
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, MARGONDA - Saat ini Artis SJ tetap tampil di televisi, kegiatannya untuk wara-wiri masih diperbolehkan semenjak dirinya keluar BUI karena kasus sebelumnya ia hadapi.
Saat ini bahkan SJ diberi izin KPI untuk kembali tampil untuk memberikan edukasi bahaya pelecehan dan kekerasan seks pada anak di bawah umur.
Hal tersebut menjadi perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
"KPAI mengingatkan pentingnya semua pihak memperhatikan kelayakan informasi buat anak," Jasra Putra Komesioner KPAI saat dikonfirmasi pada Minggu (12/8/2021).
Baca juga: Kisah Pasangan Dinda Amelia Tanjung dan Arief Juntara yang Sukses Berbisnis Sepatu
Jasra mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak yang lebih layak memberikan informasi kepada anak soal kejahatan seksual.
Mereka yang bekerja dengan anak, juga harus menjadi perhatian bersama, ketika harus memutuskan SJ menjadi edukator.
Karena nantinya ia akan berhadapan dengan masyarakat pemerhati, masyarakat peduli, para korban, keluarga korban, yang tentunya tak mudah diterima masyarakat tentunya.
"Bagaimana media memperhatikan safechild guarding misalnya dan etika bekerja dengan anak dan siapa yang bisa bekerja dengan anak," terangnya.
Selain hal itu, suasana kebatinan dan psikologis anak ini harus menjadi pertimbangan semua pihak.
Jasra mengingatkan terkait kisah guru JIS, kisah anak NTT, kisah bruder Angelo, dan masih banyak lagi kisah fedofilia yang melibatkan anak anak, bahkan korbannya ratusan.
Baca juga: Main ke Rumah Raffi Ahmad, RIZKY BILLAR Ceritakan Momen di Mana LESTI KEJORA Terlihat Paling Cantik
Hal ini menjadi Penting dan harus ada berbagai pertimbangan dan kebaikan baik untuk SJ maupun banyak pihak, bahwa ada pertimbangan pentingnya memperhatikan kepentingan yang lain.
Yang perlu pertimbangan bukan hanya untuk kebutuhan industri hiburan tapi juga pilihan menampilkan tayangan yang edukatif untuk anak.
"Untuk itu ada baiknya, semua pihak jangan mendorong dorong SJ melakukan hal-hal di luar kendalinya, perlunya memberi pemahaman kepada SJ secara benar," terang Jasra.
Jasra menambahkan, ini karena pasca keluar bui, penting bagi SJ di edukasi situasi penanganan fedofilia di Indonesia yang masih sangat perlu perhatian, salah satunya mencegah trauma para korban.
Bukan berarti menghalangi aktifitas SJ, tapi hendaknya SJ menghindari, demi kebaikan SJ dan keluarganya ke depan.
Baca juga: Sukeskan Bulan Vaksinasi Covid-19, Polres Bogor Gelar Vaksinasi Massal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Logo-KPAI.jpg)