Pandemi Covid 19
Malaysia Belajar dari Indonesia Soal Rahasia Turunkan Angka Penularan Covid-19
Indonesia berhasil mengatasi gelombang kedua pandemi covid-19. Malaysia pun belajar ke Indonesia.
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, MARGONDA - Malaysia memilih belajar dari Indonesia untuk menurunkan penularan covid-10
Hal itu diungkapkan Anggota parlemen Malaysia, Lim Kit Siang.
Lim menilai Indonesia lebih berhasil mengurangi tingkat infeksi Covid-19 dibanding Malaysia. Padahal populasi di Indonesia lebih besar ketimbang Malaysia.
Kini Lim meminta Menteri Kesehatan Malaysia untuk belajar mencari tahu apa rahasia Indonesia bisa menurunkan angka penularan Covid-19 lebih cepat.
Baca juga: Lokasi SIM Keliling Senin 6 September 2021: Depok, Jakarta, Bogor, Tangerang, Tangsel dan Bekasi
Dia pun mengulangi peringatan sebelumnya kepada Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin bahwa vaksinasi saja tidak akan membantu menyelesaikan masalah Covid-19 Malaysia.
“Bisakah menteri kesehatan yang baru, Khairy Jamaluddin, menjelaskan mengapa selama 16 hari berturut-turut, Indonesia mengurangi kasus baru Covid-19 hariannya menjadi kurang dari Malaysia bahkan kurang dari setengahnya seperti kemarin 8.955 kasus, sementara Malaysia 20.988 kasus?” kata Lim melansir Malay Mail pada Jumat (3/8/2021).
Saat ini menurut Lim, Malaysia adalah salah satu negara dengan kinerja terburuk di dunia dalam hal respons Covid-19 tahun ini.
Ekonomi terbesar ketiga di Asia Tenggara itu telah mencatat rata-rata lebih dari 20.000 kasus selama lebih dari empat minggu.
“Ini bukan mencari-cari kesalahan tetapi untuk mencari cara meningkatkan penanganan kita terhadap pandemi Covid-19 sehingga memenangkan perang melawannya,” tambah pemimpin DAP itu seperti dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: Polisi Akui Kesulitan Kumpulkan Alat Bukti, Komnas HAM Berharap Pegawai KPI Tak Jadi Korban Dua Kali
Menurut angka dari Our World in Data yang diterbitkan 1 September, kasus baru Covid-19 Malaysia per satu juta orang sekarang 572,43 dibandingkan dengan Indonesia 37,40, Filipina 126,95 dan Myanmar 61,27.
Malaysia juga menduduki puncak angka kematian Covid-19 di kawasan Asia Tenggara, dengan 8,48 per satu juta orang.
Vietnam berada di urutan kedua dengan 8,19 sementara kematian harian per satu juta orang di Indonesia adalah 2,36, menurut situs web yang sama.
“Pada laju infeksi dan kematian saat ini, kami akan menembus angka 1,8 juta untuk total kumulatif kasus Covid-19 hari ini,” kata Lim.
Lebih lanjut menurutnya, "Negeri Jiran" mungkin akan memecahkan angka dua juta total kumulatif kasus Covid-19 dan memecahkan angka 20.000 kematian akibat Covid-19 ketika merayakan Hari Malaysia ke-58 pada 16 September 2021.
Malaysia dengan begitu akan menyalip dua negara, Irak dan Belanda, dan menduduki peringkat ke-21 di antara negara-negara dengan total kumulatif kasus Covid-19 terbanyak, bergabung dengan 20 negara lain dengan lebih dari dua juta kasus Covid-19.
Baca juga: Saipul Jamil Tebar Pesona Setelah Bebas dari Penjara, Gus Miftah: Juara Olimpiade?
Tanggapan pandemi pemerintah Malaysia telah dikritik habis-habisan.
Otoritas kesehatan negara itu terus melaporkan lima digit kasus harian dalam dua bulan terakhir.
Direktur jenderal kesehatan Malaysia Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah, sebelumnya berjanji kasus akan stabil pada pertengahan Agustus.
Tapi sekarang, Abdullah mendapat banyak sorotan atas sejumlah keputusan yang dinilai belum dapat mengurangi jumlah kasus secara signifikan, termasuk soal dukungannya pada kebijakan lockdown ketat Malaysia.
Dia menolak untuk menerima panggilan untuk mengundurkan diri.
Lim mengaku telah lama meminta pemerintah Malaysia menjauhkan diri dari kepercayaan buta pada "penguncian total", dan membuka bisnis sesuai dengan tujuan "hidup bersama Covid" alih-alih strategi "nol Covid".
Sebagai gantinya, dia mengajukan adanya pembatasan yang ditargetkan (parsial). “Ini adalah keburukan yang harus kita atasi karena ini adalah angka yang tak terbayangkan bagi Malaysia ketika pandemi Covid-19 dimulai 20 bulan lalu,” pungkas Lim.
Baca juga: Saipul Jamil Tebar Pesona Setelah Bebas dari Penjara, Gus Miftah: Juara Olimpiade?
Sering Lockdown
Malaysia termasuk satu diantara beberapa negara yang kerap memberlakukan lockdown untuk mengantisipasi penularan Covid-19.
Meskipun lockdown tidak banyak membantu sebab buktinya kasus Covid-19 di negara itu belum juga turun.
Kasus baru yang dilaporkan Malaysia pada Kamis (2/9/2021) kembali melewati angka 20.000, tepatnya 20.988 infeksi baru. Negara bagian Selangor menyumbang paling banyak beban kasus harian dengan 2.073 infeksi. Sedangkan Serawak dan Kedah masing-masing melaporkan 2.992 dan 2.455 kasus.
Kemudian, Sabah melaporkan 2.329 infeksi baru dan Johor 2.145 kasus baru harian. Jumlah kasus Covid-19 harian baru di Malaysia telah bertahan dalam kisaran lima angka sejak 13 Juli lalu.
Melansir CNA, unit perawatan intensif (ICU) di seluruh negeri berjuang mengatasi masuknya pasien.
Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan, tingkat hunian nasional secara keseluruhan untuk ICU mencapai 90 persen pada 1 September 2021. Bahkan, tiga negara bagian mengalami kelebihan kapasitas ICU, yaitu Sabah (126 persen), Kedah (121 persen), dan Perak (107 persen).
Noor Hisham menuliskan, jumlah pasien dalam perawatan intensif sebanyak 1.001 orang.
Sejauh ini, Negeri Jiran mempunyai 262.540 kasus Covid-19 aktif dengan total beban kasus sebanyak 1,78 juta. Dilaporkan sebanyak 249 kematian baru, sehingga totalnya berjumlah 17.191 orang.
Terkait dengan vaksinasi, sebanyak 65,1 persen dari populasi dewasa di negara ini telah mendapatkan rejimen lengkap.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Malaysia Heran Kasus Covid-19 Indonesia Turun Lebih Cepat Padahal Malaysia Kerap Berlakukan Lockdow
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Malaysia Sering Lockdonw, Ternyata Belum Efektif, Sekarang Cari Rahasia Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Vaksinasi-ibu-hamil.jpg)