Pandemi Covid 19
Malaysia Belajar dari Indonesia Soal Rahasia Turunkan Angka Penularan Covid-19
Indonesia berhasil mengatasi gelombang kedua pandemi covid-19. Malaysia pun belajar ke Indonesia.
Tanggapan pandemi pemerintah Malaysia telah dikritik habis-habisan.
Otoritas kesehatan negara itu terus melaporkan lima digit kasus harian dalam dua bulan terakhir.
Direktur jenderal kesehatan Malaysia Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah, sebelumnya berjanji kasus akan stabil pada pertengahan Agustus.
Tapi sekarang, Abdullah mendapat banyak sorotan atas sejumlah keputusan yang dinilai belum dapat mengurangi jumlah kasus secara signifikan, termasuk soal dukungannya pada kebijakan lockdown ketat Malaysia.
Dia menolak untuk menerima panggilan untuk mengundurkan diri.
Lim mengaku telah lama meminta pemerintah Malaysia menjauhkan diri dari kepercayaan buta pada "penguncian total", dan membuka bisnis sesuai dengan tujuan "hidup bersama Covid" alih-alih strategi "nol Covid".
Sebagai gantinya, dia mengajukan adanya pembatasan yang ditargetkan (parsial). “Ini adalah keburukan yang harus kita atasi karena ini adalah angka yang tak terbayangkan bagi Malaysia ketika pandemi Covid-19 dimulai 20 bulan lalu,” pungkas Lim.
Baca juga: Saipul Jamil Tebar Pesona Setelah Bebas dari Penjara, Gus Miftah: Juara Olimpiade?
Sering Lockdown
Malaysia termasuk satu diantara beberapa negara yang kerap memberlakukan lockdown untuk mengantisipasi penularan Covid-19.
Meskipun lockdown tidak banyak membantu sebab buktinya kasus Covid-19 di negara itu belum juga turun.
Kasus baru yang dilaporkan Malaysia pada Kamis (2/9/2021) kembali melewati angka 20.000, tepatnya 20.988 infeksi baru. Negara bagian Selangor menyumbang paling banyak beban kasus harian dengan 2.073 infeksi. Sedangkan Serawak dan Kedah masing-masing melaporkan 2.992 dan 2.455 kasus.
Kemudian, Sabah melaporkan 2.329 infeksi baru dan Johor 2.145 kasus baru harian. Jumlah kasus Covid-19 harian baru di Malaysia telah bertahan dalam kisaran lima angka sejak 13 Juli lalu.
Melansir CNA, unit perawatan intensif (ICU) di seluruh negeri berjuang mengatasi masuknya pasien.
Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan, tingkat hunian nasional secara keseluruhan untuk ICU mencapai 90 persen pada 1 September 2021. Bahkan, tiga negara bagian mengalami kelebihan kapasitas ICU, yaitu Sabah (126 persen), Kedah (121 persen), dan Perak (107 persen).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Vaksinasi-ibu-hamil.jpg)