Breaking News:

Kabupaten Bogor

PTM Kembali Digelar, Orangtua Siswa di Bojonggede Senang Anak Kembali Sekolah

Cici (37), orangtua salah satu siswi SD Pabuaran 01 di Bojonggede, mengaku senang anaknya kembali ke sekolah

Editor: murtopo
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Hari pertama digelarnya kembali pembelajaran tatap muka di Kabupaten Bogor Rabu (1/9/2021) disambut antusias oleh orang tua murid, seperti yang terjadi di SD Pabuaran 01 di Bojonggede. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

WARTAKOTALIVE.COM, BOJONGGEDE - Hari pertama digelarnya kembali pembelajaran tatap muka di Kabupaten Bogor disambut antusias oleh orang tua murid.

Cici (37), orangtua salah satu siswi SD Pabuaran 01 di Bojonggede, mengaku senang anaknya kembali ke sekolah setelah selama lebih dari setahun sekolah daring dari rumah.

"Alhamdulilah, hari ini mulai sekolah tatap muka lagi. Senang melihat anak-anak kembali ke sekolah," kata Cici kepada Wartakotalive.com, Rabu (1/9/2021).

Menurut dia, anaknya sangat antusias bisa kembali ke bangku sekolah hari ini.

Baca juga: PTM Hari Pertama Berjalan Lancar, SDN Pabuaran 01 Bojonggede Terapkan Dua Sesi Pembelajaran

Baca juga: Terkait Pembelajaran Tatap Muka dan Vaksinasi Siswa, KPAI Usulkan 6 Rekomendasi

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Bogor Dimulai pada 1 September 2021

"Senang banget tadi. Pengennya cepat-cepat ke sekolah bertemu teman-teman," ungkap ibu dari Kenzi, siswi kelas 5 SD Pabuaran 01 ini.

Menurut dia, anaknya sudah jenuh belajar di rumah terus.

"Selain capek duduk depan laptop, juga gak ada teman main. Jadi kasihan juga lihatnya," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Uti (35), ibu dari Hilmi yang saat ini duduk di kelas 6 SD Pabuaran 01.

"Pastinya senang anak-anak bisa sekolah tatap muka lagi. Seenggaknya mengurangi stres di rumah," kata Uti.

Menurut dia, sekolah daring dari rumah cukup merepotkan dirinya.

Baca juga: Pemkot Depok Targetkan Vaksinasi Pelajar 100 Persen September Ini, Oktober Mulai PTM

Baca juga: Pemkot Depok Akhirnya Restui Pelaksanaan PTM di Sekolah, Mulai Digelar pada Oktober 2021 Mendatang

Dia harus berbagi waktu untuk pekerjaan rumah dan memantau anak belajar daring.

"Sangat merepotkan dan melelahkan," ujarnya.

Tak hanya itu, kemampuan anak menangkap materi pelajar saat sekolah daring juga tidak maksimal.

"Karena tidak ada interaksi langsung, terkadang masih banyak materi yang belum dipahami dengan baik," papar Uti.

Hal ini diakui sendiri oleh Hilmi (11). Dia merasa sekolah daring kurang terlalu maksimal untuk memahami pelajaran dengan baik.

"Kalau tatap muka kan bisa langsung tanya ke guru dan dijelaskan materi yang masih membingungkan. Kalau sekolah daring agak susah," tuturnya.

Dia mengaku sangat antusias bisa kembali ke sekolah mengikuti PTM.

"Senang bisa kembali ketemu guru dan teman-teman. Apalagi saat ini saya duduk di kelas 6, sebentar lagi tamat. Jadi sangat penting belajar tatap muka di sekolah," pungkasnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved