Kasus Covid-19 di Indonesia Turun, Sentimen Positif ke Pasar Keuangan
Kasus Covid-19 di Indonesia Turun, Sentimen Positif ke Pasar Keuangan . Simak selengkapnya dalam berita ini.
TRIBUNNEWS.COMDEPOK, JAKARTA - Analis pasar modal Hans Kwee mengatakan, Indonesia terlihat sukses mengendalikan lonjakan kasus baru harian Covid-19 dari puncaknya sekitar 50 ribuan kasus pertengahan Juli, menjadi di bawah 10 ribu per 30 Agustus 2021.
Menurutnya, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terbukti bisa menekan jumlah penyebaran Covid-19, sehingga menjadi sentimen positif.
"Seiring keberhasilan PPKM dan langkah penurunan PPKM ke level 3 akan positif bagi perekonomian dan pasar keuangan," ujar dia melalui risetnya, Senin (30/8/2021).
Padahal sebelumnya beberapa epidemiolog memperkirakan puncak kasus bisa mencapai 400 ribuan kasus per hari pada akhir Juli.
Baca juga: Sebelum Juara Masterchef Indonesia Season 8, Jesselyn Sempat Mengaku Tak Menyangka Masuk Grand Final
Hal ini tidak terjadi seiring kebijakan PPKM yang diambil oleh pemerintah Indonesia serta rasio tempat tidur terpakai atau bed occupancy ratio (BOR )di rumah sakit (RS) secara nasional yang pada akhir pekan lalu sudah menurun ke 29 persen.
Hans menjelaskan, BOR nasional sempat di angka 68 persen pada akhir Desember 2020 dan sesudah itu melandai pada pertengahan Mei 2021 di angka 29 persen.
Kemudian, mulai pertengahan Juli 2021, kasus Covid-19 di Indonesia naik akibat munculnya varian delta yang sangat mudah menular.
Pada 18 Juli 2021, BOR nasional sudah mencapai 80 persen, bahkan di beberapa rumah sakit tingkat keterisian sudah 100 persen.
BOR di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta menjadi salah satu indikator penting kondisi pandemi di Indonesia.
Baca juga: Dugaan Penganiayaan Ayu Thalia Oleh Nicholas Sean Ternyata Terjadi di Showroom Rekan Raffi Ahmad
"Pada September 2020, BOR Wisma Atlet pernah mencapai 92 persen. Namun, setelah itu terus melandai hingga 15 persen pada pertengahan Mei 2021," kata Hans.
Dia menambahkan, ketika terjadi kenaikan kasus kembali pada tanggal 30 Juni 2021, BOR Wisma Atlet naik mencapai 91 persen dan berpotensi kolaps bila kasus terus naik.
"Langkah pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM terbukti efektif menurunkan kasus harian, sehingga saat ini BOR di RSDC Wisma Atlet telah menurun hingga 12 persen," pungkasnya. (Yanuar Riezqi Yovanda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Ilustrasi-IHSG.jpg)