Depok Hari Ini
Ade Supriyatna Dukung Tempat Ibadah di Depok Melakukan Pemilahan Sampah
Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriyatna Dukung Tempat Ibadah di Depok Melakukan Pemilahan Sampah
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Gerakan pemilahan sampah dengan mendirikan bank sampah menjadi salah satu cara untuk mengatasi masalah sampah di Kota Depok.
Bank sampah yang didirikan dengan tujuan memulai memilah sampah dari rumah itu telah masif berdiri dengan skala Rukun Warga (RW).
Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna pun memberikan dukungan penuh atas berdirinya bank sampah tersebut.
Baca juga: Kisah Ade Supriyatna Setelah Lulus dari Fakultas Teknik UI di Depok
Bahkan, Ade meminta agar dana RW menyentuh pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Ketua MPD PKS Kota Depok itu pun mendukung adanya gerakan bank sampah di tempat ibadah.
Hal itu bisa menjadi langkah strategis tempat ibadah untuk mengajak umatnya melakukan pemilahan sampah.
"Saya mendukung hal itu, ini bagus tempat ibadah mendirikan bank sampah," ujarnya.
Baca juga: Ade Supriyatna Puji Semangat Berkurban Warga Depok di Hari Raya Idul Adha 1447 H
Ade pun menyatakan bahwa akan mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kota Depok untuk mengakomodir pembangunan sarana dan prasarana bank sampah.
"Bagi tempat ibadah yang ingin mengajukan sarana prasarana bank sampah dipersilahkan ke DLHK Kota Depok," tuturnya.
Dana RW Rp 300 Juta
Ade mendorong agar Dana RW Rp 300 juta yang sudah dialokasikan Pemkot Depok dapat benar-benar menyentuh kebutuhan warga di lapangan, termasuk untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
"Saya melihat satu hal penting. Semangat warga sebenarnya sudah ada. Bahkan beberapa RW sudah mulai menjalankan pemilahan sampah dan pengolahan organik secara mandiri. Tinggal bagaimana gerakan ini benar-benar didukung dan tidak dibiarkan berjalan sendiri," kata Ade Supriyatna.
Oleh sebab itu, lanjut Ade, ia meminta agar agenda pemilahan sampah dimasukkan sebagai kegiatan wajib dalam penggunaan Dana RW tersebut.
Baca juga: Pererat Silaturahmi, Ketua DPRD Depok Ade Supriyatna Hadiri Outing Day KSN Se-Cimanggis
Jadi anggarannya bukan sekadar habis untuk kegiatan rutin, tapi bisa dipakai untuk kebutuhan nyata seperti ember pilah, motor gerobak, komposter, hingga mesin pencacah sampah.
"Persoalan sampah tidak bisa dibebankan hanya kepada pengurus Bank Sampah. RT, RW, kelurahan, kecamatan, sampai DLHK harus sama-sama hadir membangun awareness warga dan memastikan fasilitas pendukungnya tersedia.
Ade menambahkan bahwa agar program pemilihan sampah tidak hanya berhenti di sosialisasi dan pelatihan, sehingga bisa benar-benar berjalan di lingkungan warga.
"Kalau pengelolaan sampah ingin selesai, maka pemilahan dari rumah harus jadi gerakan bersama," tandas Ade Supriyatna.
| Kisah Ade Supriyatna Setelah Lulus dari Fakultas Teknik UI di Depok |
|
|---|
| Dua Kebakaran Hebat Melanda Depok, Satu Orang Alami Luka Bakar di Pancoran Mas |
|
|---|
| Terekam CCTV, Satpam Gagalkan Aksi Pembobolan Mesin ATM di Tapos Depok |
|
|---|
| TPS 3R Jalan Jawa Depok Olah 10 Ton Sampah Jadi Energi Alternatif RDF, Begini Prosesnya |
|
|---|
| Iduladha 2026 di Depok: 32.393 Hewan Kurban Layak, 646 Tidak Layak dan 808 Gejala Penyakit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Ade-Supriyatna-soal-Sampah-Depok.jpg)