Minggu, 7 Juni 2026

Kabar Artis

Denada Mangkir Sidang Mediasi, Ressa Rizky Rosano Siap Bongkar Aib Keluarga

Denada Mangkir Sidang Mediasi pada Kamis (22/1/2026), Pihak Ressa Rizky Rosano Siap Bongkar Aib Keluarga

Tayang:
Editor: Hironimus Rama
Istimewa
NGAKU ANAK - Pria bernama Ressa Rizky Rosano mengaku ditelantarkan Denada dan dititipkan di Banyuwangi. Ini tanggapan Denada 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BANYUWANGI – Ketegangan antara penyanyi Denada dengan Ressa Rizky Rosano (24), pria yang mengaku sebagai anak kandungnya, kian memuncak.

Dalam sidang perdata yang digelar di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Kamis (22/1/2026), Denada kembali absen dan hanya diwakili tim kuasa hukumnya.

Ketidakhadiran Denada memicu amarah pihak Ressa.  Kuasa hukum sekaligus kakak ipar Ressa, Ronald Armada, menilai sang artis tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan melalui jalur mediasi.

Baca juga: Denada Dituding Buang Anak Kandung, Ressa Tak Beri Nafkah hingga Jadi Sopir

"Pastinya ketidak hadiran Denada membuat kami sangat kecewa. Kalau memang mereka sudah tidak ada itikad, kami lebih siap jika harus membuka aib keluarga di persidangan terbuka," tegas Ronald dalam wawancara virtual, Kamis (22/1/2026) malam.

Ronald mengingatkan risiko besar bagi Denada sebagai public figure jika fakta-fakta sensitif keluarga akhirnya dibedah di ruang publik.

Awal Mula Konflik: Laporan Polisi dan Sakit Hati

Terungkap bahwa pemicu gugatan senilai Rp 7 miliar ini bukan hanya soal status anak, melainkan adanya rasa sakit hati yang mendalam.

Ronald membeberkan bahwa perseteruan ini pecah setelah adik laki-laki Denada, Muhammad, melaporkan mertuanya (ibu angkat Ressa-Red) ke polisi.

Mertua Ronald dituduh melakukan penggelapan mobil, padahal mobil tersebut dicicil oleh Ressa sendiri meskipun STNK atas nama Muhammad.

"Ibu mertua saya telepon sambil menangis sesenggukan karena didatangi polisi. Padahal selama ini beliau yang merawat Ressa. Bukannya terima kasih, malah dilaporkan. Itu yang bikin saya jengkel dan marah," ungkap Ronald.

Menuntut Keadilan Sosial

Meski laporan polisi tersebut akhirnya tidak berlanjut, luka hati keluarga Ressa sudah terlanjur dalam.

Pihak Ressa kini memilih jalur hukum terbuka untuk mencari social justice agar masyarakat bisa menilai sendiri kebenaran dari kasus ini.

"Sederhana kok sebetulnya, entry point-nya adalah permintaan maaf. Tapi karena tidak ada itikad baik, ya sudah kita buka semua agar masyarakat menilai siapa yang benar," tutupnya.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved