Selasa, 9 Juni 2026

Kabar Artis

Roby Tremonti Bongkar "Sisi Lain" Pernikahan dan Isu Pembatalan Nikah dengan Aurelie Moeremans

Babak Baru Perseteruan Masa Lalu: Roby Tremonti Bongkar "Sisi Lain" Pernikahan dan Isu Pembatalan Nikah dengan Aurelie Moeremans

Tayang:
Editor: Hironimus Rama
Warta Kota
KABAR ARTIS - Roby Tremonti menunjukkan bukti pernikahan dengan Aurelie Moeremans ketika ditemui di kediamannya di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026). 

Laporan Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG – Publik kembali dihebohkan dengan pengakuan Aurelie Moeremans dalam bukunya, Broken Strings, yang mengupas luka lama terkait pernikahan pertamanya.

Namun, keheningan panjang Roby Tremonti akhirnya pecah. Pria yang menikahi Aurelie pada 2011 silam ini muncul dengan serangkaian bantahan menohok terkait tudingan nikah paksa, KDRT, hingga kejanggalan proses pembatalan pernikahan di Gereja Katolik.

Dalam pertemuan di kediamannya di kawasan Cibinong, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026), Roby membedah satu per satu klaim yang menyudutkan namanya.

Baca juga: Bantah Tuduhan KDRT, Roby Tremonti Buka Suara Soal Pengakuan Aurelie Moeremans: Ada yang Aneh!

1. Menepis Isu Nikah Paksa: "Ada Penyelidikan Kanonik"

Roby menegaskan bahwa narasi "nikah paksa" sangat sulit terjadi dalam sistem Gereja Katolik yang memiliki pengawasan ketat terhadap calon mempelai.

"Teman-teman yang mengerti pernikahan Katolik pasti tahu, itu tidak mudah. Tidak bisa hari ini daftar, besok nikah. Ada proses panjang, salah satunya Penyelidikan Kanonik," tegas Roby.

Ia menjelaskan bahwa setiap pasangan harus melewati wawancara empat mata dengan Romo. Jika ada unsur tekanan, pernikahan tersebut dipastikan tidak akan pernah terjadi.

"Mempelai wanita ditanya sendiri, ditanyakan, 'Apa dasar kamu mau menikah? Ada paksaan tidak?'. Kalau Romo menemukan sedikit saja kejanggalan atau keraguan, pernikahan itu tidak akan disahkan. Faktanya, kami menikah. Artinya, saat itu Aurelie menjawab tidak ada paksaan," ungkapnya.


2. Rahasia di Balik Surat Pembatalan (Annulment)

Sorotan tajam tertuju pada status annulment atau pembatalan pernikahan yang diklaim telah dikantongi Aurelie.

Roby mengaku heran karena sebagai pihak suami, ia merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses hukum gereja tersebut.

"Surat resmi dari gereja bahwa ada pembatalan pernikahan, saya tidak pernah pegang itu. Saya tidak pernah merasa dapat undangan dari gereja terkait untuk pembatalan. Itu tidak ada," akunya.

3. Pengakuan Mengejutkan: Diminta Mengaku KDRT

Yang paling mengejutkan, Roby membongkar sebuah pesan singkat dari Aurelie beberapa tahun lalu.

Ia mengklaim diminta untuk membuat pengakuan palsu mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) agar proses pembatalan di gereja bisa berjalan mulus.

"Pernah kala itu di tahun berapa saya lupa ya, ada chat masuk. Dia (Aurelie) cuma bilang istilahnya 'jangan jadi orang yang menyebalkan deh'. Dia bilang, 'Saya mau ngurus pembatalan nih' gitu," ucap Roby.

Namun, kerja sama itu ditolak keras oleh Roby karena ia merasa tidak pernah melakukan tindakan kekerasan tersebut.

"Tapi syaratnya untuk gereja Katolik itu kan harus ada narasi dari masing-masing pasangan untuk kenapa mau gitu'. Ya di situ saya harus menulis bahwa saya KDRT. Kan nggak mungkin, saya nggak melakukan. Itu lho jawabannya," imbuhnya.
 
Latar Belakang Kasus: Konflik Panjang Sejak 2011

Perseteruan antara Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti bukanlah hal baru.

Benih konflik ini bermula ketika keduanya melangsungkan pernikahan secara diam-diam pada 10 Oktober 2011, saat Aurelie masih berusia 18 tahun.

Pernikahan tersebut sempat ditentang keras oleh orang tua Aurelie.

Beberapa tahun setelah berpisah, Aurelie mulai terbuka kepada publik mengenai pengalaman buruknya.

Ia mengklaim bahwa selama hidup bersama Roby, ia berada di bawah ancaman foto pribadi yang akan disebarluaskan jika ia tidak menuruti kemauan pasangannya.

Aurelie juga menyebut adanya tekanan psikis yang luar biasa, hingga akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke pelukan orang tuanya dan menganggap pernikahan tersebut tidak pernah terjadi secara sah.

Puncaknya, melalui buku 'Broken Strings', Aurelie menuangkan detail luka lama tersebut, yang kemudian memicu Roby untuk melakukan klarifikasi ini guna melindungi nama baiknya.

Mengenal Istilah Penyelidikan Kanonik & Annulment
Untuk memahami pembelaan Roby Tremonti, penting untuk memahami aturan ketat dalam Gereja Katolik:

1.Penyelidikan Kanonik

Ini adalah tahap wajib sebelum pernikahan Katolik dilakukan. Calon mempelai diwawancarai secara terpisah oleh Romo untuk memastikan kesiapan mental, kesucian niat, dan yang terpenting: kebebasan dari paksaan. 

Secara prosedural, jika salah satu pihak mengaku dipaksa, pernikahan tidak boleh dilanjutkan.

2.Annulment (Pembatalan Perkawinan)

Dalam Katolik, tidak ada istilah "cerai hidup". Yang ada adalah Annulment, yaitu pernyataan bahwa sejak awal pernikahan tersebut tidak pernah sah karena adanya cacat hukum atau hambatan tertentu (misal: paksaan atau ketidakjujuran). 

Proses ini biasanya melibatkan pengadilan gereja (Tribunal) dan membutuhkan kesaksian dari kedua belah pihak. Itulah sebabnya Roby mempertanyakan klaim pembatalan tersebut jika dirinya tidak pernah dipanggil sidang.
 
Ingin Meluruskan Kebenaran
Meski kini keduanya telah memiliki kehidupan masing-masing—terlebih Aurelie yang kini sudah menikah lagi dan berada di Amerika Serikat—Roby merasa perlu bicara demi menjaga integritas nama baiknya.

"Selama ini saya diam karena saya tidak mau ada konflik. Tapi sekarang saya harus bicara, karena saya disudutkan. Saya tidak mau melakukan pembenaran, tapi saya mau mengungkapkan kebenaran," ujar Roby.

"Ya lagipula kami sudah masing-masing. Dia kan sudah di Amerika, sudah dengan kehidupan barunya," tandasnya.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved