Selasa, 14 April 2026

Kabar Artis

Roby Tremonti Buka Suara Soal Pengakuan Nikah Paksa Aurelie Moeremans: "Ada Penyelidikan Kanonik!"

Roby Tremonti Buka Suara Soal Pengakuan Nikah Paksa Aurelie Moeremans: "Ada Penyelidikan Kanonik!"

Editor: Hironimus Rama
Warta Kota
KABAR ARTIS - Roby Tremonti saat ditemui di kediamannya di kawasan Cibinong, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026), 

Laporan Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG – Kabar masa lalu aktris Aurelie Moeremans yang tertuang dalam buku 'Broken Strings' memicu reaksi keras dari mantan suaminya, Roby Tremonti.

Roby secara tegas membantah klaim Aurelie yang menyebut pernikahan mereka pada 10 Oktober 2011 silam terjadi karena adanya paksaan dan ancaman.

Ditemui di kediamannya di kawasan Cibinong, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026), Roby menjelaskan bahwa prosedur pernikahan dalam Gereja Katolik sangatlah ketat, sehingga mustahil ada unsur paksaan yang luput dari pengawasan gereja.

Baca juga: Roby Tremonti Ragukan Surat Pembatalan Nikah Aurelie Moeremans, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan

Proses Gereja Tak Bisa Dimanipulasi

Roby menekankan adanya tahap Penyelidikan Kanonik, di mana setiap calon mempelai diuji integritas dan niatnya sebelum naik ke altar.

"Teman-teman yang mengerti pernikahan Katolik pasti tahu, itu tidak mudah. Tidak bisa hari ini daftar, besok nikah. Ada proses panjang, salah satunya Penyelidikan Kanonik," tegas Roby.

Dalam proses tersebut, Romo akan melakukan wawancara privat secara terpisah. Di sinilah kejujuran mempelai diuji tanpa tekanan dari pihak mana pun.

"Mempelai wanita ditanya sendiri, ditanyakan, 'Apa dasar kamu mau menikah? Ada paksaan tidak?'. Kalau Romo menemukan sedikit saja kejanggalan atau keraguan, pernikahan itu tidak akan disahkan. Faktanya, kami menikah. Artinya, saat itu Aurelie menjawab tidak ada paksaan," tambahnya.

Kejanggalan Status Pernikahan dan Isu KDRT

Selain membantah soal pernikahan paksa, Roby juga menyoroti kontradiksi pernyataan Aurelie. Ia merasa heran karena Aurelie di satu sisi tidak mengakui adanya pernikahan, namun di sisi lain menyuarakan isu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Ini aneh. Dia bilang di media tidak pernah menikah dengan saya, mengklaim statusnya tidak sah. Tapi di sisi lain dia teriak KDRT, padahal KDRT itu Kekerasan Dalam Rumah Tangga," ujar Roby heran.

Ia juga mempertanyakan bukti hukum jika memang penganiayaan itu benar-benar terjadi selama mereka bersama.

"Kalau dia tidak mengakui ada rumah tangga, harusnya laporannya penganiayaan. Tapi mana laporannya? Nol. Tidak ada LP (Laporan Polisi), tidak ada visum," tegas Roby.

Pecah Keheningan Demi Nama Baik

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved