Senin, 18 Mei 2026

Narkoba

Terbongkar! Sarang Narkoba Samarinda Dijaga Ketat Polisi Sniper

Terbongkar! Sarang Narkoba Samarinda Kalimantan Timur Dijaga Ketat Polisi Jadi 'Sniper'

Tayang:
Penulis: Ramadhan LQ | Editor: Hironimus Rama
Warta Kota
Ilustrasi Narkoba 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Institusi Polri kembali tercoreng oleh ulah oknum anggotanya sendiri.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri baru saja membongkar fakta mengejutkan terkait peredaran narkoba yang sangat terstruktur di kawasan Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur.

Tak main-main, sindikat ini rupanya dibekingi oleh seorang oknum polisi berpangkat Bripka berinisial Dedy Wiratama yang berperan sebagai "sniper" alias pengawas lapangan.

Baca juga: 4 Tahun Tak Tersentuh, Kampung Narkoba Gang Langgar Kaltim Akhirnya Digulung Bareskrim Polri

Sebelumnya, nama Bripka Dedy sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sepak terjangnya melindungi bisnis haram tersebut akhirnya terhenti setelah tim gabungan Bareskrim Polri dan Satgas NIC turun tangan menyapu bersih kawasan itu.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, membenarkan penangkapan oknum tersebut. Kini, Bripka Dedy harus menghadapi sanksi berat terkait pelanggaran kode etik profesi Polri.

“Yang bersangkutan sudah diamankan oleh Sat Brimobda Kaltim,” tutur Eko kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

“Yang bersangkutan dinyatakan positif konsumsi narkoba setelah dilakukan dua kali tes urine, ditambah kasus baru ini,” ujarnya.

Cara Kerja Sindikat: 21 'Sniper' Berbekal HT

Pengungkapan kasus ini sekaligus membuka tabir betapa rapi dan terstrukturnya operasi peredaran sabu di kampung narkoba Gang Langgar.

Para "sniper" ini bertugas di titik-titik strategis untuk menyeleksi pembeli dan memberikan kode aman.

“Penjualan loket narkoba Gang Langgar, tersangka yang berperan sebagai Sniper (Pengawas) berada di depan AlfaMart akan memberikan kode "masuk masuk" menggunakan tangan secara tersirat,” tutur dia.

Bukan hanya satu atau dua orang, pengamanan ini melibatkan puluhan pengawas yang saling terkoneksi. Aturan masuk ke lokasi transaksi pun dibuat sangat ketat untuk menghindari endusan aparat.

“Sepanjang jalan sebelum mencapai ke Blok F terdapat 21 Pengawas yang memegang Handy Talky termasuk untuk menuntun pengguna yang akan membeli narkoba di Lapak GG Langgar Blok F,” katanya.

“Pada Perempatan gang Blok F gang Langgar, Sniper (Pengawas) mewajibkan hanya 1 orang pengendara saja yang dapat masuk ke lokasi penjualan Narkoba tersebut. Apabila berboncengan salah satu harus turun dan menunggu di perempatan Blok F yang mana diawasi oleh para Sniper,” sambung dia.

Omzet Fantastis Ribuan Klip Per Hari

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved