Hantavirus
Waspada! Hantavirus Masuk Indonesia: Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Waspada! Hantavirus Mengintai Depok dan Jakarta: Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Laporan Yolanda Putri Dewanti
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Ancaman kesehatan baru dari hewan pengerat kini tengah menjadi sorotan di wilayah Jabodetabek.
Setelah dunia internasional dihebohkan dengan kasus Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi kini diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul temuan kasus di dalam negeri.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tercatat sebanyak 23 kasus Hantavirus di Indonesia sejak tahun 2024 hingga pertengahan Mei 2026, dengan tiga orang di antaranya meninggal dunia.
Baca juga: UI - Shanghai Cangyou Jalin Kerja Sama, Kembangkan Industri Kreatif Digital dari Anime hingga Game
Kondisi Terkini di Jakarta dan Depok
Di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI mencatat adanya empat kasus sepanjang tahun 2026. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa mayoritas pasien telah pulih.
“Di 2026 yang ada di catatan kami sepanjang 2026, sampai sekarang ini ada 4 kasus yang sudah kita temukan, 3 orangnya sudah sembuh, bergejala ringan. Satu orangnya sekarang masih suspek, harus ditetapkan penegakan diagnosisnya melalui laboratorium,” ujar Ani di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/05/2026).
Ani menegaskan, temuan kasus di Jakarta tidak berasal dari penularan luar negeri maupun terkait evakuasi kapal pesiar yang ramai diperbincangkan di Inggris.
"Bukan (klaster kapal pesiar). Itu kasus yang kita monitor sepanjang tahun," ujar Ani saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5/2026).
Cara Penularan: Waspadai Urine dan Kotoran Tikus
Berbeda dengan Hantavirus Andes (AND) di Amerika Selatan yang bisa menular antarmanusia, varian Hantavirus yang ditemukan di Indonesia sejauh ini hanya menular dari hewan ke manusia.
Penularan biasanya terjadi melalui kontak dengan sisa metabolisme tikus yang terinfeksi.
"Penularannya melalui tikus; air liur, air seni, kotoran tikus yang terkontaminasi ke manusia atau kemudian debunya terhirup oleh manusia," jelas Ani.
Ia menambahkan, sejauh ini, varian yang menular antarmanusia (Andes) belum ditemukan di Indonesia.
Oleh karena itu, risiko utama tetap berasal dari lingkungan yang tidak higienis dan populasi tikus yang tidak terkendali.
| Viral Seorang Pria Hadang dan Tendang Mobil Ambulans di Depok, Pengemudi Buka Suara |
|
|---|
| Resmi Jadi Kakek! Ahmad Dhani Sempat Usul Nama Unik untuk Anak Al Ghazali tapi Ditolak |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Depok, Senin 11 Mei 2026: Cerah Pagi Hari, Waspada Hujan Ringan Siang hingga Sore |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Depok 10 Mei: Pagi Panas Terik 32°C, Siang Siap-siap Hujan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Depok, Sabtu 9 Mei 2026: Sebagain Berawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Hantavirus.jpg)