Minggu, 3 Mei 2026

Berita Bogor

Termasuk Langka, Kapan Lagi Fenomena Awan Pelangi di Jonggol Muncul?

Masyarakat Jonggol, Bogor dihebohkan dengan fenomena awan pelangi yang terjadi Jumat (1/5/2026)

Tayang:
Editor: Desy Selviany
TribunnewsDepok.com
AWAN BERWARNA - Awar berwarna-warni terpantau di langit kawasan Jonggol, Bogor, pada Jumat (1/5/2026) 

TRIBUNDEPOK-Masyarakat Jonggol, Bogor dihebohkan dengan fenomena awan pelangi yang terjadi Jumat (1/5/2026)

Fenomena langit dengan gradasi warna merah muda, hijau, hingga ungu muncul menghiasi gumpalan awan, menciptakan pemandangan layaknya 'awan pelangi'.

Penampakan awan pelangi itu pun nampak cantik di tengah langit biru dan gumpalan awan putih. 

Seketika jagat media sosial pun dipenuhi dengan penampakan awan pelangi tersebut. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun menjelaskan fenomena langka tersebut.

Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menegaskan bahwa fenomena ini murni peristiwa optik atmosfer.

Secara ilmiah, fenomena ini disebut sebagai Awan Iridesensi. Berbeda dengan pelangi yang berbentuk busur, iridesensi tampak seperti warna-warni yang 'tumpah' mengikuti bentuk awan.

Menurut BMKG, warna-warna tersebut terbentuk ketika cahaya Matahari dibiaskan dan dipantulkan oleh partikel air atau kristal es di dalam awan. 

Kondisi ini umumnya terjadi pada awan tipis seperti cirrus atau altocumulus yang memiliki ukuran partikel relatif seragam.

Secara ilmiah, fenomena ini dikenal sebagai awan iridesensi (cloud iridescence). 

Berbeda dengan pelangi biasa yang membentuk busur sempurna, warna pada iridesensi cenderung menyebar mengikuti bentuk awan dan tampak lebih lembut.

Baca juga: Belasan Ribu Kendaraan Bakal Turun di Hari Minggu, Simak Jadwal One Way Puncak

Proses ini terjadi akibat difraksi cahaya, yakni pembelokan sinar Matahari saat melewati partikel kecil berukuran sekitar 1–10 mikron di dalam awan.

BMKG juga menjelaskan bahwa kemunculan awan iridesensi justru sering berkaitan dengan pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu hujan lokal.

Lalu kapan awan Pelangi bisa kembali muncul?

Berbeda dengan fenomena astronomi, fenomena awan pelangi tidak bisa diprediksi kemunculannya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved