Kamis, 30 April 2026

Lipsus Harga Plastik Naik

Guru Besar FEB UI: Perang AS-Israel dan Iran Picu Kenaikan Harga Plastik  

Guru Besar FEB UI: Kelangkaan Minyak Bumi Imbas Perang AS-Israel dan Iran Picu Kenaikan Harga Plastik  

Tayang:
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Hironimus Rama
Dok. Humas UI/M. Rifqi Ibnumasy
HARGA PLASTIK - Guru Besar FEB UI, Prof Rifelly Dewi Astuti menilai, kenaikan harga plastik disebabkan kelangkaan bahan baku. (Dok: Humas UI) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, M Rifqi Ibnumasy 

WARTAKOTALIVE.COM, BEJI - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Prof Rifelly Dewi Astuti turut mengomentari kenaikan harga plastik.

Menurut Rifelly, kenaikan harga plastik disebabkan oleh kelangkaan bahan baku pembuatannya.

Pasalnya, pembuatan plastik menggunakan minyak mentah atau bahan bakar fosil sebagai komponen utamanya. 

Baca juga: Harga Plastik Naik Berdampak bagi Konsumen, Aditya: Beli Lauk di Warteg Enggak Boleh Lagi Rp3 Ribu

Namun, bahan baku minyak bumi tersebut menjadi langka imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang berujung penutupan Selat Hormuz.

“Harga minyak per barelnya sekarang naik luar biasa karena penutupan Selat Hormuz,” kata Rifelly kepada Warta Kota, Sabtu (11/4/2026).

Rifelly menilai, kenaikan harga minyak mentah secara otomatis menaikkan biaya produksi plastik, yang kemudian berdampak pada harga jual plastik di tingkat konsumen.

Dampak Kenaikan Harga Plastik

Bagi banyak pelaku ekonomi di Indonesia, plastik merupakan kebutuhan vital untuk kemasan yang masuk dalam kategori biaya produksi langsung.

Alhasil, meningkatnya biaya kemasan memaksa produsen menaikkan harga jual produk akhir kepada masyarakat.

Dalam jangka panjang, Rifelly menilai, kenaikan harga plastik berdampak pada keberlangsungan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

“Meningkatkan biaya produksi akhirnya adalah kalau produsen mau enggak mau dia akan meningkatkan harga jual produknya,” ungkapnya.

“Jika harga terus naik sementara daya beli masyarakat menurun, produk UMKM tidak akan terbeli, yang berisiko menyebabkan banyak unit usaha gulung tikar,” sambungnya.

Solusi dan Alternatif Kemasan 

Dalam pandangan Rifelly, ada solusi dan alternatif untuk mengatasi kenaikan harga plastik bagi masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved