Senin, 20 April 2026

Berita Jakarta

Ada Perburuan Ikan Sapu-sapu di Setu Babakan, Targetkan 5 Ton Tangkapan  

Ada aksi perburuan ikan sapu-sapu di aliran irigasi Setu Babakan, Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa pada Jumat (17/4/2026). 

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Desy Selviany
TribunnewsDepok/M. Rifqi Ibnumasy
IKAN SAPU-SAPU - Wali Kota Jaksel Muhammad Anwar turun langsung ke aliran irigasi Setu Babakan menangkap ikan sapu-sapu, Jumat (17/4/2026). (Warta Kota/M Rifqi Ibnumasy)   

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, M Rifqi Ibnumasy  

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAGAKARSA - Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) Muhammad Anwar memimpin aksi perburuan ikan sapu-sapu di aliran irigasi Setu Babakan, Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa pada Jumat (17/4/2026). 

Anwar tiba di lokasi sekira pukul 08.00 WIB, bersama Wakil Wali Kota Jaksel Ali Murtadho, dan Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Hasudungan A Sidabalok. 

Kegiatan tersebut diawali dengan apel persiapan yang melibatkan berbagai unsur dari Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Sudin KPKP, Satpol PP, kecamatan, dan kelurahan setempat.  

Usai apel, Anwar langsung meninjau aliran irigasi Setu Babakan yang menjadi habitat ikan sapu-sapu. 

Bahkan, Ia turun tangan menyerok ribuan ikan sapu-sapu yang tertangkap jaring dan memasukkannya ke dalam wadah berukuran besar. 

“Tadi kita sudah tangkap dalam waktu satu jam lebih sudah mendapat kurang lebih 300 kilogram (Kg),” kata Anwar di lokasi. 

Pada kegiatan kali ini, Anwar menargetkan 5 ton ikan sapu-sapu di aliran irigasi Setu Babakan tertangkap. 

Baca juga: Tercemar Limbah, Ribuan Ikan Sapu-sapu di Kali Penghubung Jalan Raya Bogor Mati

Ikan sapu-sapu yang tertangkap langsung dimusnahkan dengan cara dikubur di dalam kubangan tanah. 

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini ekosistem yang ada akan lebih baik, lebih baik kualitas airnya, udaranya, dan sebagainya,” harapnya. 

Laki-laki bertopi itu menilai, ikan sapu-sapu memiliki dampak negatif bagi ekosistem lingkungan.  

Ikan ini predator bagi semua jenis ikan dan mampu hidup dengan kondisi air meski tercemar. 

“Terutama di Jakarta Utara yang airnya kotor, telurnya tetap bisa hidup, survive, nggak ada masalah. Berarti kan memang dia berbahaya,” jelasnya. 

Aksi pembasmian ikan sapu-sapu tidak hanya dilakukan hari ini. Anwar memastikan kegiatan akan berlanjut hingga keberadaannya menghilang. (m38) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved