Senin, 4 Mei 2026

Berita Internasional

Gencatan Senjata Dimulai, Netanyahu Segera Diadili oleh Rakyat Israel

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan diadili rakyat Israel pada Minggu (12/4/2026) mendatang. 

Tayang:
Editor: Desy Selviany
Istimewa
IRAN BURU NETANYAHU - Setelah menyasar infrastruktur Israel dan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah, kini Angkatan Bersenjata Iran (IRGC) menyasar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. 

TRIBUNDEPOK-Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan diadili rakyat Israel pada Minggu (12/4/2026) mendatang. 

Sidang korupsi Netanyahu akan dipastikan digelar pada hari Minggu ini setelah tertunda hampir sebulan karena perang dengan Iran. 

Dimuat situs JarusalemPost pada Jumat (10/4/2026) sidang selanjutnya dijadwalkan pada hari Minggu pukul 9:30 pagi di Pengadilan Distrik Yerusalem, Tel Aviv, Israel.

Agenda sidang korupsi Netanyahu kali ini yakni mendengarkan keterangan saksi pembela.

Sidang Netanyahu ini kembali dilanjutkan setelah Iran menerima tawaran gencatan senjata selama dua pekan.

Pengumuman gencatan senjata itu membuat status darurat Israel dicabut dan sistem peradilan kembali bekerja seperti biasa.

Dengan berakhirnya periode status darurat perang tersebut, persidangan Netanyahu, seperti banyak proses pidana dan perdata non-mendesak lainnya, kembali masuk dalam jadwal.

Netanyahu didakwa atas kasus korupsi pada tahun 2019.

Namun pemimpin yang dikenal diktator itu menyatakan tidak bersalah dan menyangkal semua kesalahan.

Netanyahu menjadi Perdana Menteri pertama di Israel yang masih bertahan meskipun sudah terseret kasus korupsi. 

Iran pun buka suara dengan persidangan korupsi Netanyahu. Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi mengatakan salah satu alasan Iran mau gencatan senjata adalah agar Netanyahu bisa segera diadili di Israel.

“Persidangan kriminal Netanyahu dilanjutkan pada hari Minggu. Gencatan senjata di seluruh wilayah, termasuk di Lebanon, akan mempercepat penjaranya,” tulisnya di X.

Maka Araghchi menyarankan agar Amerika Serikat (AS) tidak mengikuti kemauan Netanyahu sebab pemimpin pemerintahan Israel itu akan segera diadili oleh rakyatnya.

“Jika AS ingin merusak ekonominya sendiri dengan membiarkan Netanyahu membunuh diplomasi, itu pada akhirnya akan menjadi pilihannya sendiri. Kami pikir itu akan bodoh tetapi siap menghadapinya,” paparnya. 

Baca juga: Ke Masjid Bawa Payung! Depok Bakal Diguyur Hujan Ringan Saat Waktu Salat Jumat

Sebelumnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terancam dipenjara hingga dimakzulkan karena kasus korupsi yang melibatkannya terus berlanjut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved