Berita Internasional
Gedung Putih Bantah Terima 10 Poin Gencatan Senjata dari Iran
Gedung Putih membantah telah menerima 10 poin gencatan senjata yang diajukan oleh Iran.
TRIBUNDEPOK-Gedung Putih membantah telah menerima 10 poin gencatan senjata yang diajukan oleh Iran.
Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut isu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menerima 10 poin syarat gencatan senjata yang diajukan Iran merupakan isu bohong.
"Saya sangat menyarankan media untuk tidak menyebarkan narasi yang tidak berdasar pada fakta," kata Leavitt pada Rabu (8/4/2026) di Gedung Putih, Washington, AS.
Menurut Leavitt, Trump tidak akan pernah menerima daftar keinginan Iran sebagai kesepakatan gencatan senjata.
Adapun Trump hanya mau menerima kesepakatan yang melayani kepentingan AS.
"Presiden Trump tidak akan pernah menerima daftar keinginan Iran sebagai kesepakatan. Ia hanya akan membuat kesepakatan yang melayani kepentingan terbaik rakyat Amerika," jelas Leavitt.
Saat ini Trump telah mengutus Wakil Presiden AS JD Vance untuk negosiasi dengan Tim Iran perihal kesepakatan gencatan senjata.
Negosiasi gencatan senjata itu berlangsung di Pakistan.
Rencananya negosiasi tahap pertama akan berlangsung Sabtu (11/4/2026) mendatang.
Baca juga: Harga Minyak Mentah Naik, Bagaimana Nasib Calon Jemaah Haji Depok
Sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan alasan menerima gencatan senjata terhadap Iran yang dibuat oleh Pakistan.
Pernyataan lengkap Donald Trump soal gencatan senjata dua minggu dengan Iran itu dinyatakan Selasa (7/4/2026).
Trump mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Marsekal Tempur Pakistan Asim Munir.
Berdasarkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Tempur Pakistan Asim Munir, AS menerima poin gencatan senjata yang diajukan Iran.
Selain itu para pejabat Pakistan itu disebut meminta Trump agar menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan tunduk pada persetujuan Republik Islam Iran terhadap pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman.
Dari tawaran gencatan senjata tersebut, Trump mengaku setuju untuk menangguhkan pengeboman dan penyerangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu.
Trump menyebut hal ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Donald-Trump-pesawat-AS.jpg)