Berita Internasional
Hendak Selamatkan Kawan, 3 Pesawat AS Diduga Kembali Jatuh Ditembak Iran
Iran membagikan video hancurnya pesawat tempur milik Amerika Serikat (AS) yang jatuh di daratan Iran.
TRIBUNDEPOK-Iran membagikan video hancurnya pesawat tempur milik Amerika Serikat (AS) yang jatuh di daratan Iran.
Video penampakan pesawat tempur AS yang jatuh di daratan Iran itu dibagikan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu (5/4/2026).
Terlihat hanya tinggal puing-puing dan asap saat pesawat terjatuh.
Disebut media nasional Iran Tasnim News Agency peristiwa jatuhnya tiga pesawat AS oleh pasukan IRGC mengingatkan dengan peristiwa Tabas.
Peristiwa Tabas adalah Operasi Cakar Elang tahun 1980 yang membawa bencana di Tabas.
Operasi itu merupakan misi penyelamatan sandera AS yang gagal pada tahun 1980, Operasi Eagle Claw, di mana delapan anggota militer Amerika tewas ketika pesawat bertabrakan di gurun Iran di Tabas.
Dimuat Turkiye Today Angkatan bersenjata Iran mengklaim pada hari Minggu (5/4/2026) telah menembak jatuh lagi tiga pesawat AS.
Ketiga pesawat itu yakni sebuah pesawat angkut militer C-130 dan dua helikopter Black Hawk.
Disebutkan ketiga pesawat yang ditembak jatuh adalah pesawat yang tengah melakukan operasi penyelamatan sandera yang merupakan seorang anggota kru F-15E yang jatuh di dekat Isfahan.
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer terpadu Iran, mengatakan pesawat terbang musuh telah dihancurkan dalam operasi gabungan yang melibatkan pasukan udara dan darat IRGC, Basij, tentara, dan komando polisi.
"Pesawat musuh yang menyerang di Isfahan selatan, termasuk dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut militer C-130, telah dihantam dan terbakar dalam kobaran api kemarahan para pejuang Islam yang heroik," demikian pernyataan tersebut menurut kantor berita Tasnim dan Fars .
IRGC pun menyebut kegagalan Trump dalam perhitungan perang dengan Iran.
Baca juga: Bayi Ali Khamenei di Riau Jadi Sorotan Rakyat Iran
"Amerika sekali lagi menderita kekalahan memalukan seperti operasi Tabas."
IRGC menuduh Presiden AS Donald Trump merekayasa keberhasilan penyelamatan untuk menutupi apa yang mereka sebut sebagai kekalahan telak.
Sementara itu Amerika Serikat menyatakan bahwa operasi penyelamatan berhasil dan kedua awak kapal selamat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Pesawat-AS-jatuh.jpg)