Selasa, 14 April 2026

Zebra Cross 'Setengah Jadi' di Jaksel Disorot, Dinas Bina Marga Janji Segera Perbaiki

Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait kondisi zebra cross yang tidak utuh

Editor: Joseph Wesly
Instagram/Tangkapan Layar
ZEBRA CROSS- Zebra cross di Jalan Prof. DR. Soepomo, Tebet yang sempat viral karena kondisinya tidak utuh, Jakarta Selatan.(Dok. Instagram @ijoeel). 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Bina Marga DKI Jakarta meminta maaf atas zebra cross tidak utuh di Jalan Soepomo, Jakarta Selatan, yang sempat menjadi sorotan publik.
  • Marka jalan hilang karena pengaspalan dan pembangunan trotoar akhir 2025; pemasangan ulang harus menunggu kondisi jalan kering agar material melekat optimal.
  • Lokasi tersebut masuk prioritas pemeliharaan marka 2026 dan zebra cross akan dipasang kembali sesuai standar keselamatan.

 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA- Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait kondisi zebra cross yang tidak utuh di kawasan Jalan Soepomo, Jakarta Selatan. 

Keberadaan marka jalan yang hanya terlihat sebagian tersebut sempat menjadi sorotan publik.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny, menjelaskan bahwa pihaknya mengapresiasi kepedulian masyarakat yang berinisiatif melakukan pengecatan jalan untuk difungsikan sebagai zebra cross di lokasi tersebut.

"Perlu kami sampaikan bahwa pembuatan marka jalan, termasuk zebra cross, harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta standar teknis yang berlaku. Hal ini penting untuk memastikan aspek keselamatan seluruh pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor, serta mencegah potensi distraksi yang dapat mengganggu konsentrasi berkendara," ucap perempuan yang karib disapa Wenny saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Sabtu (28/3/2026).

Menurutnya, belum tersedianya zebra cross di lokasi itu disebabkan oleh kegiatan pemeliharaan berkala jalan dan pembangunan atau peningkatan trotoar yang dilakukan pada akhir tahun 2025.

Proses tersebut membuat marka zebra cross sebelumnya tertutup oleh lapisan aspal baru.

Wenny juga menjelaskan bahwa pemasangan ulang marka jalan tidak dapat dilakukan secara langsung setelah pengaspalan. 

Material thermoplastic yang digunakan membutuhkan kondisi permukaan jalan yang telah kering secara optimal agar dapat melekat dengan baik dan memiliki daya tahan maksimal.

Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Bina Marga telah menetapkan lokasi tersebut sebagai prioritas dalam rencana pemeliharaan marka jalan tahun 2026.

Pemasangan ulang zebra cross dijadwalkan akan segera dilakukan menggunakan material sesuai standar teknis.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta pun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan demi mendukung keselamatan, kenyamanan, dan ketertiban bagi seluruh pengguna jalan di Ibu Kota.(m27)

 

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved