Rabu, 13 Mei 2026

Kabar Duka

Bos Djarum dan BCA, Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura

Bos Djarum dan BCA, Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura

Tayang:
Penulis: Desy Selviany | Editor: Hironimus Rama
TribunnewsDepok.com
KABAR DUKA - Bos BCA dan Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia di Singapura pada Kamis (19/3/2026). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA -  Kabar duka menyelimuti dunia bisnis dan ekonomi Tanah Air. Salah satu konglomerat paling berpengaruh di Indonesia, Michael Bambang Hartono, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026).

Bos besar dari Grup Djarum sekaligus pemegang saham raksasa PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 13.15 waktu Singapura.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih berada dalam proses pengurusan jenazah mendiang.

Informasi mengenai berpulangnya Michael Hartono pertama kali beredar cepat melalui pesan berantai grup WhatsApp di lingkungan internal Grup Djarum, sebagaimana yang turut diwartakan oleh Tribunnews.com.

Jejak Kekayaan Sang Triliuner

Pria yang memiliki nama asli Oei Hwie Siang ini lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939. Sepanjang hidupnya, ia dikenal sebagai pengusaha ulet yang berhasil membangun imperium bisnis raksasa di Indonesia.

Berdasarkan pembaruan data Forbes Real Time Billionaires per Selasa (24/2/2026), konglomerat berusia 86 tahun ini menduduki posisi sebagai orang terkaya keempat di Indonesia. Total kekayaannya menembus US$19,1 miliar, atau diperkirakan setara dengan Rp298,38 triliun.

Pundi-pundi kekayaan utamanya bersumber dari perusahaan rokok Djarum—yang ia warisi dari sang ayah, Oei Wie Gwan—serta nilai investasi yang sangat besar di sektor perbankan melalui BCA.

Membawa Djarum Mendominasi Pasar Global

Bersama saudara kandungnya, Budi Hartono, ia bahu-membahu mengibarkan bendera Djarum hingga merambah ke pasar internasional.

Ekspansi ini terbukti sukses besar; saat ini produk Djarum tercatat mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, jauh mengungguli kompetitor utamanya seperti Gudang Garam dan Sampoerna.

Kiprah duo Hartono bersaudara ini memang solid di puncak bisnis nasional. Pada tahun 2022 lalu, nama Budi dan Bambang Hartono sempat kokoh di peringkat pertama daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan total harta gabungan mencapai US$47,7 miliar.

Secara individu, eksistensi Bambang Hartono juga diakui secara global. Ia pernah menduduki peringkat ke-69 miliarder dunia dengan total kekayaan pribadi sebesar US$22,3 miliar.

Kepergian mendiang tentu menjadi kehilangan besar sekaligus menutup satu babak sejarah panjang dunia usaha dan industri di Nusantara.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved