Minggu, 10 Mei 2026

Berita Nasional

Novel Baswedan Marah Kasus Teror Air Keras Terjadi Lagi, Yakin Terorganisir

Novel Baswedan kesal peristiwa teror yang dialaminya terulang kembali dan kini dialami pemuda dan juga aktivis KontraS Andrie Yunus. 

Tayang:
Editor: Desy Selviany
TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN
Penyidik senior KPK Novel Baswedan usai memberikan keterangan kepada Komnas HAM, terkait dugaan pelanggaran HAM dalam proses alih status pegawai KPK menjadi ASN, di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (28/5/2021). 

TRIBUNDEPOK-Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kesal peristiwa teror yang dialaminya terulang kembali dan kini dialami pemuda dan juga aktivis KontraS Andrie Yunus. 

Diketahui Wakil Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus terkena teror penyiraman air keras saat hendak pulang menggunakan sepeda motor di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) tengah malam. 

Persis seperti teror yang dialami Novel Baswedan, pelaku mengincar wajah Andrie Yunus saat menyiramkan air keras. 

Mata Andrie Yunus pun terluka akibat siraman air keras sehingga harus mendapatkan operasi di RSCM Jakarta Pusat. 

Novel Baswedan bersama Tim KontraS dan pegiat hak asasi manusia (HAM) pun ikut dalam konferensi pers terkait penyiraman air keras yang dialami Andrie Yunus pada Jumat (13/3/2026). 

Sebagai penyintas teror air keras, Novel Baswedan mengungkapkan sejumlah perspektifnya dari peristiwa yang dialami oleh Andrie Yunus. 

Novel meyakini bahwa peristiwa teror yang dialami Andrie Yunus sudah terorganisir dan juga direncanakan dengan matang. 

Baca juga: Sosok Misterius Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS Terekam CCTV, Polisi Buru Pelaku

Pasalnya mantan reserse di bidang kriminal itu menyebut bahwa banyak simbol-simbol dilakukan pelaku saat menyerang Andrie Yunus. 

"Ini sangat terorganisir, jadi begitu jahatnya mereka, biadab sekali," ungkap Novel. 

Maka Novel juga sangat meyakini peristiwa yang dialami Andrie Yunus bukan terkait dendam pribadi namun terkait dengan aktivitasnya sebagai aktivis HAM. 

Novel pun meminta Kepolisian mengusut penuh kasus teror penyiraman air keras ini. 

Seluruh pihak termasuk otak penyiraman air keras harus ditangkap. 

Novel meminta Presiden RI Prabowo Subianto memberikan atensi penuh terhadap kasus teror air keras ini. 

"Presiden harus memberikan atensi penuh dan mendukung Polri agar bisa mengusut tuntas kasus ini agar seluruh pelakunya bisa diberikan hukum seberat-beratnya," 

Aktivis lingkungan Dandhy Laksono mengungkapkan kronologi kejadian penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS Andrie Yunus. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved