Kamis, 9 April 2026

Ramadan 1447 Hijriah

Jangan Asal Segar! Ini Daftar Buah yang Boleh dan 'Terlarang' untuk Buka Puasa

Jangan Asal Segar! Ini Daftar Buah yang Boleh dan "Terlarang" untuk Buka Puasa Menurut Ahli Gizi IPB

Editor: Hironimus Rama
dok. Royal Safari Garden
Salah satu menu berbuka puasa di De'savanna Restaurant Royal Safari Garden, Puncak, Bogor. 


TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR – Selama bulan Ramadan, pilihan menu takjil menjadi kunci agar tubuh tidak kaget setelah berpuasa lebih dari 12 jam.

Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua buah yang terlihat segar cocok dikonsumsi saat perut kosong?

Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Katrin Roosita, membagikan panduan penting mengenai buah mana yang menjadi kawan dan mana yang bisa menjadi lawan bagi kesehatan lambung saat berbuka.

Baca juga: Ramai Fenomena Lintas Agama Ikut War Takjil, Pakar IPB Bongkar Fakta Menarik

Mengapa Harus Buah Saat Berbuka?
Selama berpuasa, cadangan glukosa sebagai bahan bakar utama otak menipis. Prof Katrin menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan asupan karbohidrat sederhana seperti glukosa dan fruktosa yang mudah diserap tubuh.

“Keunggulan fruktosa adalah tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis, sehingga lebih aman, terutama bagi penderita diabetes,” ujarnya seperti dikutip dari ipb.ac.id, Senin (23/2/2026).

Rekomendasi Terbaik: Kurma hingga Pepaya

Selain kurma yang sudah menjadi anjuran Rasulullah SAW karena kandungan fruktosanya yang tinggi, Prof Katrin menyarankan buah-buahan dengan kadar air tinggi untuk mengembalikan hidrasi tubuh:

  • Semangka & Melon: Kaya akan air, vitamin, dan mineral.
  • Pepaya: Sangat baik untuk pencernaan. 

“Pepaya, misalnya, mengandung beta-karoten sebagai provitamin A yang bermanfaat bagi tubuh,” ungkap Prof Katrin.

Buah yang Harus Dihindari Saat Perut Kosong

Meski kaya nutrisi, beberapa buah justru bisa memicu masalah pencernaan jika dikonsumsi sebagai menu pertama saat berbuka puasa. Berikut daftarnya:

  • Jeruk Nipis: Tingkat keasamannya yang tinggi dapat mengganggu lambung yang kosong.
  • Durian: Kandungan gulanya sangat tinggi dan berpotensi memicu lonjakan glukosa darah secara drastis.
  • Nangka: Memiliki serat yang sulit dicerna dan dapat menyebabkan perut kembung.
  • Salak: Perlu dikonsumsi dengan bijak dengan tetap mempertahankan lapisan putih kulit arinya saat dimakan.

Aturan Porsi Agar Tetap Bugar

Bukan hanya soal jenisnya, jumlah buah yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan.

Prof Katrin menyarankan konsumsi buah sebanyak dua hingga tiga porsi per hari, atau setara dengan 100–150 gram.

"Pola ini sangat membantu memenuhi kebutuhan serat dan mineral meskipun waktu makan selama Ramadan jauh lebih singkat. Hal ini bertujuan agar tubuh tetap sehat dan bugar sepanjang ibadah puasa,” tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved