berita nasional
Mundur dari Jabatan, Ini Pengabdian Daryono Selama di BMKG
Publik digegerkan dengan pengunduran diri Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dari jabatannya dan pensiun dini
WARTAKOTALIVE.COM - Publik digegerkan dengan pengunduran diri Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono dari jabatannya dan pensiun dini sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Hal tersebut dia sampaikan secara daring kepada rekan media pada Jumat (13/2/2026) kemarin.
"Saya ingin menyampaikan bahwa saya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, sekaligus mengajukan pensiun dini dari BMKG," kata dia melalui keterangan resminya, Jumat (13/2/2026).
Meski tidak lagi menjadi pejabat BMKG, Daryono memastikan dirinya tetap berkomitmen untuk memberikan edukasi bidang kebencanaan.
Pengumuman pengunduran diri ini lantas membuat geger publik.
Sebab sebagai pejabat Eselon II b, Daryono dikenal cukup informatif khususnya memberikan informasi kegempaan.
Pengabdian Daryono selama menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat dilihat dari akun X pribadinya yang sudah dibuat sejak tahun 2010.
Melalui akun X pribadi miliknya, Daryono sangat cepat memberikan informasi kegempaan dan tsunami di seluruh penjuru Indonesia bahkan dunia.
Selain membagikan video kegempaan, doktor di bidang Ilmu Geografi dari Universitas Gadjah Mada pada 2006 silam itu juga cukup informatif dalam memberikan peringatan dini potensi gempa susulan hingga tsunami.
Sepanjang hidupnya, Daryono telah memberikan pengabdian terhadap tulisan-tulisan ilmiah perihal kebencanaan di Indonesia.
Misalnya saja, pria kelahiran Semarang, 21 Pebruari 1971 itu pernah membuat 61 artikel ilmiah perihal kegempaan dan cuaca.
Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG), Jakarta itu juga aktif menulis buku.
Terhitung empat buku kegempaan dan cuaca pernah melibatkan Daryono dalam pembuatannya salah satunya 10 Kunci Penyelamatan Saat Terjadi Gempabumi dan Tsunami yang diterbitkan Bina Media Informasi, Bandung.
Baca juga: UI Kembangkan Teknologi Canggih Deteksi Dini Gempa Bumi di Pesisir Maluku
Belasan jurnal ilmiah juga diterbitkan Daryono seperti jurnal ilmiah berjudul Seismisitas dan Solusi Bidang Sesar Daerah Bali untuk Identifikasi Sesar Sungkup Balakang Busur.
Selama lebih dari 20 tahun di BMKG, Daryono juga aktif melakukan penelitian.
Misalnya saja dia pernah terlibat dalam Survey Gempabumi Tasikmalaya, Jawa Barat bersama Tim Pusat Studi Bncana Alam Universitas Gadjah Mada.
Daryono juga aktif menghadiri seminar-seminar yang menguak bagaimana caranya hidup berdampingan dengan bencana di tanah Ring of Fire.
Diketahui Indonesia dikenal sebagai tanah cincin api karena memiliki potensi kegemapaan dan letusan gunung vulkanik yang tinggi.
Hal ini membuat masyarakat Indonesia sedari zaman purba harus hidup berdampingan dengan bencana di tengah tanah yang subur.
Ini juga yang menjadi motivasi Daryono sebagai ASN di BMKG.
Di blog pribadinya, Daryono memiliki moto bahwa dirinya selalu merasa nyaman hidup di daerah rawan bencana.
Meskipun tidak lagi menjadi ASN di BMKG, Daryono mengaku akan tetap memberikan informasi kegempaan di X miliknya dari sisi peneliti.
Daryono menyebut bahwa hal yang paling membahagiakan dalam hidupnya ialah memberikan informasi perihal potensi bahaya bencana terutama kegempaan kepada orang-orang di sekitarnya.
"Bagian favorit saya sebagai seorang seismolog adalah menjadi orang yang selalu ditanya teman dan keluarga tentang gempa bumi. Itu benar-benar yang terbaik!" tulis Daryono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/14022026-daryono.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.