Jumat, 5 Juni 2026

Kriminalitas Jakarta

Rumah Warga Kramat Jati Diacak-acak Preman, Meteran Listrik dan Alat Elektronik Disiram Air

Horor di Kramat Jati: Rumah Diacak-acak Preman, Anak Istri Dikunci dari Luar Saat Meteran Listrik Disiram Air

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Hironimus Rama
Warta Kota/Miftahul Munir
PELAKU PERUSAKAN - Rumah warga di Kramat Jati Jaktim diacak-acak preman karena masalah pekerjaan proyek di Bali pada Kamis (22/1/2026). Para pelaku sempat terekam CCTV di teras rumah korban. (WARTA KOTA/MIFTAHUL MUNIR) 

Laporan Miftahul Munir

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Sebuah aksi intimidasi sadis menimpa satu keluarga di Jalan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sekelompok pria yang diduga preman nekat merusak rumah warga, menyiram peralatan elektronik dengan air, hingga mengunci penghuni rumah dari luar.

Tragedi ini menyisakan trauma mendalam bagi tiga anak pemilik rumah yang kini mengalami gangguan psikis.

Baca juga: Diduga Jadi Tempat Maksiat, Warga Jagakarsa Desak Penutupan Party Station Hotel Kartika One 

Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli, mengatakan peristiwa ini terjadi pada Kamis (22/1/2026). Polisi sudah mendatangi lokasi kejadian pasca peristiwa tersebut.

"Istri dari korban melaporkan kejadian ini melalii call center 110 dan anggota kami langsung meluncur ke lokasi," kata Fadoli dikutip dari Warta Kota, Minggu (31/1/2026).

Dia mengungkapkan motif dari tindakan intimidasi ini terkait masalah proyek di Bali yang sudah dibayarkan tetapi tidak ada pengerjaan.

"Jadi si orang itu (pelaku-Red) minta sisa uangnya dikembalikan saja. Karena sudah sering ditagih tetapi uangnya tak dikembalikan, terduga pelaku menyewa debt collector untuk menagih uang," terangnya.

Ia memastikan, tidak ada kontak fisik pada saat itu. namun istri dan tiga anak korban mengalami trauma pasca kejadian.

"Mereka masuk menyiram-nyiram saja, mobil rusak sepertinya ditendang itu. Kami sudah arahkan lapor ke Polsek tapi korban maunya lapor ke Polres Metro Jakarta Timur," ungkapnya. 

Fadoli mengakui, pihaknya sudah beberapa kali menerima aduan call center dari korban. Ia juga sempat menyarankan agar masalah pekerjaan diselesaikan di kantor.

"Sempat bilang katanya mau diselesaikan di kantor, tapi ternyata belum selesai dan terus datangin rumah korban," bebernya.

Detik-detik Penyerangan

Yazid Mutaqin (45), pemilik rumah, menceritakan bahwa saat kejadian dirinya sedang bekerja, sementara istri dan tiga anaknya berada di rumah.

"Pelaku datang langsung merusak gembok gerbang rumahnya tanpa mengucapkan salam. Pas sudah di dalam pekarangan, pelaku merusak mobil yang terparkir dan kamera-kamera CCTV yang ada di rumah juga dirusak," ujar Yazid, Minggu (1/2/2026).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved