Kamis, 21 Mei 2026

Berita Regional

Update Longsor Cisarua Bandung Barat, 80 Warga Masih Hilang

Sebanyak 80 orang masih dinyatakan hilang setelah satu hari longsor Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat.

Tayang:
Editor: Desy Selviany
Tribun Jabar
KORBAN LONGSOR - Adi seorang warga Pasir Halang menunjukan lokasi longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026) Tribun Jabar 

TRIBUNNEWSDEPOK-Sebanyak 80 orang masih dinyatakan hilang setelah satu hari longsor Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat.

Data yang dibagikan SAR Bandung itu dilaporkan pada Minggu (25/1/2026) pagi. 

Hingga saat ini baru 12 jenazah yang telah berhasil dievakuasi dari timbunan longsor.

Dimuat TribunJabar, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengonfirmasi bahwa seluruh temuan tersebut telah diserahkan kepada Tim DVI Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Ke-12 jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi utuh. Sebanyak 6 jenazah berhasil diidentifikasi.

"Dari hasil operasi hingga saat ini, total 12 kantong jenazah (body pack) sudah kami serahkan ke DVI."

"Dari jumlah tersebut, 6 jenazah sudah teridentifikasi dan telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga," ujar Ade Dian Permana di lokasi pengungsian, Minggu (25/1/2025).

Baca juga: Tanah Amblas, Longsor 5 Meter Ancam 2 Rumah Warga di Beji Depok

Namun demikian masih ada sekitar 80-an warga yang dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor.

Bencana yang terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari ini berdampak pada 113 jiwa dari 34 Kepala Keluarga (KK).

Ade menjelaskan, luasnya area terdampak menjadi tantangan paling berat bagi petugas di lapangan.

"Berdasarkan perhitungan, jarak dari titik mahkota longsor hingga lidah longsoran terjauh mencapai 2.009 meter atau sekitar 2 kilometer. Ini area yang sangat luas untuk disisir," jelasnya.

Selain luasnya area, kondisi material longsoran yang masih berupa lumpur cair menyulitkan mobilitas personel dan alat berat.

Tim SAR sangat bergantung pada kondisi cuaca yang hingga saat ini masih tidak menentu di wilayah Cisarua.

"Kendala utama kami adalah ketergantungan pada cuaca. Lumpur yang masih basah dan labil sangat menyulitkan pekerjaan di lapangan."

"Kami berharap cuaca hari ini mendukung agar pencarian bisa lebih maksimal," pungkas Ade.

(Wartakotalive.com/DES/TribunJabar)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved