Berita Internasional
Usai Presiden Venezuela Ditangkap, DK PBB Lakukan Pertemuan Darurat
Negara-negara yang tergabung dalam DK PBB akan melakukan pertemuan darurat usai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
TRIBUNNEWSDEPOK-Negara-negara yang tergabung dalam Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) akan melakukan pertemuan darurat usai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pihak otoritas Amerika Serikat.
Pertemuan darurat DK PBB itu akan berlangsung Senin (5/1/2026) pukul 10.00 pagi di Markas PBB New York, AS.
Pertemuan tersebut atas desakan Venezuela usai pemimpin negara mereka ditangkap oleh pihak Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan PBB dalam keterangan tertulis sesaat setelah AS mengumumkan telah menangkap Presiden Venezuela pada Sabtu (3/1/2026).
Kepala hak asasi manusia PBB, Volker Türk, juga menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum internasional.
Dalam pertemuan DK PBB, perlindungan warga Venezuela harus yang menjadi utama.
“Perlindungan rakyat Venezuela adalah yang terpenting dan harus menjadi panduan bagi setiap tindakan selanjutnya ,” tambahnya.
PBB juga mengecam pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengaku mau ikut campur dalam pengelolaan minyak di Venezuela.
Baca juga: PBB Merasa Dikhianati Amerika Serikat Usai Presiden Venezuela Ditangkap
Dalam konferensi pers di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida pada Sabtu pagi, Presiden Trump mengatakan bahwa AS bermaksud untuk mengelola Venezuela sampai terjadi transisi kekuasaan yang aman, tepat, dan bijaksana.
Sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, ia menambahkan bahwa perusahaan minyak AS akan memodernisasi dan merenovasi infrastruktur untuk menghasilkan uang bagi negara tersebut.
Menanggapi pernyataan Trump tersebut, Presiden Majelis Umum PBB, Annalena Baerbock, mengatakan bahwa "kerangka panduan" di hari-hari mendatang haruslah Piagam PBB, yang bukanlah "dokumen opsional".
Dia mengatakan Pasal 2 dengan jelas menetapkan bahwa semua Negara Anggota, termasuk AS, perlu menahan diri dari "ancaman atau penggunaan kekerasan" terhadap wilayah atau kemerdekaan politik negara lain mana pun.
“Dunia yang damai, aman, dan adil bagi semua orang hanya mungkin terwujud jika supremasi hukum ditegakkan, bukan jika kekuasaan yang menentukan kebenaran ,” kata dia memperingatkan.
Diketahui Presiden AS Donald Trump membuat pengumuman di media sosial bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya akan menghadapi murka keadilan Amerika sepenuhnya di tanah Amerika, di pengadilan Amerika Serikat.
Hal ini berdasarkan dakwaan terorisme narkoba tahun 2020 selama pemerintahan Trump pertama, di New York.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/DITANGKAP.jpg)