Rabu, 22 April 2026

Berita Bogor

Kena Puting Beliung, Bodi Pesawat Timpa Rumah Warga Bogor

Viral bagian bodi pesawat timpa rumah warga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (30/12/2025)

Editor: Desy Selviany
rekaman warga
BANGKAI PESAWAT-Viral bagian bodi pesawat timpa rumah warga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (30/12/2025). 

TRIBUNNEWSDEPOK - Viral bagian bodi pesawat timpa rumah warga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (30/12/2025).

Benda yang awalnya diduga bagian sayap pesawat itu menimpa rumah warga di Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor itu viral di media sosial.

Sayap pesawat tersebut mendarat di sebuah rumah warga Pondok Udik, Kemang.

Hal ini pun kemudian membuat geger warga. Terlebih sebuah rumah rusak karena sayap pesawat tersebut.

Diduga sayap pesawat tersebut terbawa angin puting beliung yang terjadi di Bogor

Diperkirakan sekitar lebih dari 50 rumah warga alami kerusakan karena angin puting beliung

Dimuat Kompas.com bagian bangkai pesawat yang sebelumnya disebut sebagai sayap, ternyata merupakan lapisan bodi pesawat.

Lapisan bodi pesawat itu berasal dari lapak bangkai pesawat di kawasan Kemang yang ikut terdampak puting beliung

Selain lapisan bodi, bagian bangkai pesawat lain yang menimpa rumah warga adalah lantai pesawat.

Kedua bagian tersebut diketahui berasal dari bangkai pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing 747 yang tersapu angin puting beliung.

Baca juga: Detik-detik Pesawat Latihan TNI AU Jatuh di Ciampea, Ini Kesaksian Warga

Tak hanya menimpa rumah, beberapa bagian bangkai pesawat lainnya juga dilaporkan beterbangan hingga ke area kebun warga.

Salah satu pekerja lapak bangkai pesawat, Anan mengatakan puting beliung sempat masuk ke dalam gudang bangkai pesawat dan berputar-putar di tengah bangkai pesawat.

Anan menyebutkan, pihak pemilik lapak bangkai pesawat berencana melakukan proses evakuasi seluruh material pada hari ini. Pemilik juga menyatakan siap bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga akibat tertimpa bangkai pesawat.

“Pemilik sudah koordinasi sama desa, intinya tanggung jawab. Namanya kan musibah ini ya, jangan saling ngotot-mengotot. Jadi pada sabar masing-masing, yang penting tanggung jawab,” pungkasnya.

(TribunnewsDepok/DES/Kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved