Berita Jawa Barat
Dalam Waktu Satu Bulan, Sukabumi Diterjang 2 Kali Banjir Bandang dan Longsor
Dalam waktu satu bulan, Sukabumi, Jawa Barat diterjang banjir bandang selama dua kali.
WARTAKOTALIVE.COM - Dalam waktu satu bulan, Sukabumi, Jawa Barat diterjang banjir bandang selama dua kali.
Setelah banjir bandang 5 Desember 2025 lalu, kini pada Minggu (28/12/2025) Sukabumi kembali diterjang banjir.
Apabila sebelumnya Kota Sukabumi yang ditimpa banjir dan longsor, kini giliran Kabupaten Sukabumi yang diterpa bencana.
Akses Kampung Karikil yang terletak di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi terputus akibat banjir bandang pada Minggu malam.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sejak siang hari, yang menyebabkan seluruh warga terisolasi.
Kondisi semakin parah dengan meluasnya pemadaman listrik di beberapa desa di Kecamatan Nyalindung.
Video air bah menerjang Desa-desa di Kabupaten Sukabumi itu pun viral di media sosial.
Selain banjir bandang, beberapa rumah di Kampung Karikil juga dilaporkan tertimpa longsor.
Belum diketahui apakah ada korban jiwa atau tidak dalam bencana tersebut.
Namun kini warga selamat diungsikan ke Majelis Ta'lim Al Istiqomah yang juga dijadikan lokasi pengungsian darurat.
Saat ini pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi pun masih berupaya membuka akses untuk bisa masuk ke desa yang mengalami bencana di Sukabumi tersebut.
Baca juga: Banjir Bandang Terus Terjadi, Kini Giliran Kalimantan Jadi Korban
Sebelumnya dilaporkan hujan deras yang mengguyur Kota Sukabumi pada Jumat (5/12/2025) siang hingga sore menyebabkan sejumlah wilayah mengalami banjir limpasan, longsor, rumah ambruk, serta pohon tumbang.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana menjelaskan bahwa beberapa wilayah terdampak mengalami banjir akibat penyempitan sungai dan kurangnya perbaikan saluran air.
Sementara itu baru-baru ini Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui bahwa tutupan hutan di Jawa Barat sangat memprihatinkan.
Dedi Mulyadi sadar betul, Provinsi yang dipimpinnya saat ini sudah mengalami kerusakan hutan mencapai 80 persen.
Artinya, lahan hijau di Jawa Barat hanya tersisa 20 persen.
Hal ini pun membuat warga Jawa Barat dihantui oleh bencana yang datang setiap musim hujan tiba.
Oleh karena itu, Dedi Mulyadi pun berencana menggaji warga yang menanam pohon di tanah sunda tersebut.
Hal ini disampaikan Dedi Mulyadi pada Senin (1/12/2025) usai banjir Sumatra menewaskan lebih dari seribu orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/banjir-sukabumi-desember.jpg)