Jumat, 17 April 2026

Kriminalitas Bogor

Oknum Wartawan Mengaku Intel Kostrad dan Polda Jabar Paksa Warga Bogor Bayar Puluhan Juta

Oknum wartawan mengaku Intel Kostrad dan Polda Jabar Paksa Warga Bogor Bayar Puluhan Juta di Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Bogor.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Hironimus Rama
TribunnewsDepok.com
PEMERASAN - Oknum Wartawan mengaku Intel Kostrad dan Polda Jabar memeras warga Bogor untuk membayar puluhan juta rupiah. Mereka lalu dibawa ke Polsek Leuwiliang untuk proses lebih lanjut. Foto: Dok. warga Desa Sadeng. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR – Amukan massa nyaris terjadi di Desa Sadeng, Kabupaten Bogor, Sabtu (13/12/2025) malam.

Pemicunya, segerombolan orang yang diduga oknum wartawan melakukan pemerasan dengan berkedok aparat negara. Aksi mereka hampir berakhir ricuh.

Menurut kesaksian warga, kelompok ini tiba dengan tiga mobil dan langsung mengaku sebagai Intel Kostrad dan Polda Jawa Barat.

Baca juga: Oknum Wartawan Pelaku Pemerasan di Leuwiliang Bogor Ditetapkan Jadi Tersangka

 “Saya tanya, mereka mengaku dari Intel Kostrad dan Polda Jabar,” kata seorang warga bernama Irfan, Senin (15/12/2025).

Namun, kedok mereka mulai terbongkar saat diminta menunjukkan kartu identitas. Mereka gagal memperlihatkannya dan memberikan jawaban berbelit-belit, bahkan saat aparat Babinsa sudah tiba.

Modus Minta Rp20 Juta hingga Rp50 Juta

Kegeraman warga meledak setelah mengetahui kelompok yang sama diduga sudah beraksi di wilayah Cigudeg dengan modus serupa.

Seorang pengusaha dilaporkan menjadi korban dengan uang yang diserahkan mencapai Rp40 juta.

Di Sadeng, Irfan mengungkapkan bahwa oknum tersebut menolak tawarannya yang berusaha menyelesaikan masalah dengan Rp10 juta.

“Dia malah minta Rp20 juta sampai Rp50 juta, dengan alasan uang penyelesaian,” ujar Irfan.

Mereka juga melemparkan tuduhan liar kepada warga, mulai dari perdagangan oli palsu, narkoba, hingga aktivitas penambangan liar (gurandil) yang menurut warga sudah tidak ada.

Kondisi Chaos, Oknum Dievakuasi ke Polsek

Kepala Dusun 1 Desa Sadeng, Willy Santosa, membenarkan kejadian itu. Saat mendapat laporan, ia langsung mendatangi lokasi dan menemukan situasi sudah memanas.


“Saat saya datang, kondisinya sudah chaos. Saya langsung menjemput Bhabinkamtibmas,” kata Willy. Emosi warga yang memuncak sempat membuat situasi sulit dikendalikan.

Beruntung, dengan pengamanan dan mediasi aparat dari Polsek dan Danramil, situasi berhasil diredam.

Para oknum kemudian dievakuasi ke Polsek Leuwiliang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan menghindari amuk massa.

Willy Santosa dengan tegas membantah semua tuduhan yang dilontarkan oknum tersebut.

“Semua tuduhan itu tidak benar dan saya juga kaget mendengarnya,” tegasnya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved