Senin, 27 April 2026

Berita Jakarta

Beredar Video Viral Wanita Emas, Curhat Diduga Disiksa dan Diperas di Rutan Pondok Bambu

Beredar Video Viral Wanita Emas, Curhat Diduga Disiksa dan Diperas di Rutan Pondok Bambu

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Hironimus Rama
Dok. Pribadi/Rendy Rutama
WANITA EMAS VIRAL - Tangkapan layar video curhatan dan catatan tulisan tangan Wanita Emas terkait dugaan kekerasan dan pungli di Rutan Pondok Bambu. 

Laporan Rendy Rutama Putra

Ringkasan Berita:
  • Terdakwa korupsi Hasnaeni Moein mengaku dipukul dan tidak dikasih makan oleh Kepala Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur
  • Perempuan yang menyebut dirinya Wanita Emas ini membuat video curhat di media sosial 
  • Ia minta perlindungan ke Menteri dan Kapolri
  • Namun petugas Rutan Pondok Bambu membantah semua tuduhan.

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DUREN SAWIT – Sebuah video berdurasi sekitar 1 menit 13 detik yang memperlihatkan Hasnaeni Moein atau yang dikenal sebagai “Wanita Emas” tengah curhat, viral di media sosial.

Dalam video tersebut, terpidana kasus korupsi yang sedang menjalani hukuman di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur itu mengaku mengalami penyiksaan dan pemerasan.

Dalam rekaman yang beredar, Hasnaeni menyebut dirinya mendapat perlakuan tidak manusiawi.

Baca juga: Karier Emas di Ujung Senja, Terseret Tragedi: AKBP Basuki Hadapi Ancaman PTDH Menjelang Pensiun

Ia mengklaim dipukul oleh Kepala Rutan (Karutan), tidak diberi jatah makan, dan dikunci di dalam kamar.

“Saya dihukum oleh kepala rutan, dari kemarin tidak dikasih makan, tolong bantu saya,” ujarnya dalam video yang direkam saat berada di pengadilan Tipikor untuk menandatangani surat PK.

Selain video, beredar juga dokumen tulisan tangan berisi 9 poin kronologis pengaduan Hasnaeni. Beberapa poin yang disampaikan antara lain:

1. Mengaku dipukul dan dicekik oleh kepala rutan di area tanpa CCTV.

2. Mengungkap praktik pungutan liar (pungli) di dalam rutan.

3. Mengaku diancam akan “dieksekusi” jika melapor ke media.

4. Meminta perlindungan hukum kepada Menteri Hukum dan HAM, Kapolri, Komnas HAM, Komnas Perempuan, dan LPSK.


Bantahan dari Rutan Pondok Bambu
Menanggapi viralnya video dan surat tersebut, Kepala Keamanan Rutan Pondok Bambu, Nur Mariyana Putri, membantah semua tuduhan.

“Tidak benar apa yang disampaikan yang bersangkutan,” tegas Mariyana, Kamis (4/12/2025).

Namun, ia mengakui bahwa Hasnaeni memang diberikan hukuman isolasi karena ketahuan menggunakan handphone di dalam rutan, yang melanggar peraturan.

“Untuk makan yang disebut tidak diberikan, itu tidak benar. Ia tetap diberikan makanan seperti warga binaan lainnya,” jelas Mariyana.

Saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait investigasi atas tuduhan yang dilayangkan Hasnaeni.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved