Depok Hari Ini
Basmi Peredaran Daging Anjing dan Kucing, Pemkot Depok Buka Layanan Pengaduan, Catat Nomornya
Jangan Diam! Laporkan Peredaran Daging Anjing dan Kucing di Depok Melalui Kanal Pengaduan Ini
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Hironimus Rama
Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berkomitmen mencegah berkembangnya penyakit rabies di wilayah ini.
Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Depok mengajak masyarakat proaktif dalam membasmi peredaran daging kucing dan anjing.
"Kami minta masyarakat turut mengawasi dan melaporkan jika menemukan adanya peredaran daging anjing dan kucing," kata Kepala DKP3 Kota Depok, Widyati Riyandani, Kamis (27/11/2025).
Baca juga: Cegah Penularan Rabies, Berikut Daftar Hewan yang Dilarang Dijual dan Dipotong di Jakarta
DK3P Kota Depok bahkan sudah mengeluarkan Surat Imbauan Nomor 524.3/807/IX/DKP3-2025 tentang pengawasan peredaran dan larangan konsumsi daging anjing dan kucing di Kota Depok.
Dalam imbauan tersebut, masyarakat diminta untuk tidak mengonsumsi, memperjualbelikan, maupun menyimpan daging anjing dan kucing untuk tujuan konsumsi.
Selain bertentangan dengan prinsip kesejahteraan hewan, daging tersebut juga berpotensi membawa berbagai penyakit zoonosis yang membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan sekitar.
Widyati menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pengawasan di lapangan.
“Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan,” ujarnya.
Warga juga diminta untuk lebih waspada terhadap dugaan penjualan atau pengolahan daging anjing dan kucing, baik di lingkungan permukiman, pasar tradisional, maupun tempat usaha kuliner.
Jika menemukan hal tersebut, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada DKP3 agar dapat ditindaklanjuti.
Sebagai sarana pelaporan, DKP3 membuka kanal pengaduan yang dapat diakses oleh masyarakat melalui WhatsApp di nomor 0812-1330-5834 (Admin Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan) serta melalui email depok.peternakan@gmail.com.
Setiap laporan akan ditangani secara serius dengan melakukan penelusuran langsung ke lapangan.
DKP3 kemudian akan berkoordinasi dengan camat, lurah, pengelola pasar, dan instansi terkait lainnya untuk melakukan penertiban sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan masyarakat Kota Depok.
Widyati berharap kesadaran dan kepedulian warga dapat semakin meningkat.
“Mari kita jaga bersama Kota Depok agar tetap sehat, aman, dan bebas dari peredaran daging yang tidak layak konsumsi. Peran masyarakat sangat penting dalam upaya ini,” pungkasnya. (m38)
| Pemkot Depok Resmi Gratiskan Iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi Ribuan Kader Posyandu & PKK |
|
|---|
| Depok Tak Lagi Bergantung pada TPA Cipayung, Wali Kota Teken MoU Ubah Sampah Jadi Listrik |
|
|---|
| Cuan di Lahan Sempit! Intip Kesuksesan Argo Jurno Ternak Ayam Petelur di Tengah Kota Depok |
|
|---|
| Pria Arogan Adang dan Tendang Mobil Ambulans di Depok Berakhir Diamankan Polisi |
|
|---|
| Wali Kota Supian Suri Resmi Buka Liga Jabar Istimewa 2026: Wadah Calon Bintang Sepak Bola Depok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Basmi-Peredaran-Daging-Anjing.jpg)