Sabtu, 18 April 2026

SAKSI KATA

Kesaksian Mantan Marbot Soal Pertemuan Alvaro dan Ayah Tirinya: Ia Datang Sendiri, Cari Anaknya

Ngatman, mantan marbot Masjid Al Muflihun, Pesanggrahan, mengenang pertemuan terakhir dengan Alvaro dan ayah tirinya Alex Iskandar (49).

|
Penulis: Ramadhan LQ | Editor: Hironimus Rama
Warta Kota/Ramadhan LQ
PEMBUNUHAN ALVARO - Mantan marbot Masjid Al Muflihun, Ngatman, menunjukkan lokasi pertemuannya dengan pria yang diduga Alex Iskandar. (Ramadhan L Q)   

Laporan Ramadhan L Q

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Dalam kesunyian masjid jelang buka puasa, sebuah pertanyaan singkat ternyata menjadi pertanda awal dari sebuah tragedi.

Ngatman, mantan marbot Masjid Al Muflihun, Pesanggrahan, baru menyadari bahwa pria yang ditemuinya pada Kamis (6/3/2025) sore itu adalah Alex Iskandar (49), ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho (6) yang diduga pelaku pembunuhan.

Saat ditemui di kediamannya yang tak jauh dari rumah duka Alvaro, Selasa (25/11/2025), Ngatman mengisahkan detik-detik pertemuan singkat nan misterius itu.

Baca juga: Rantai Kabar dari Remaja SMA: Kisah Dibalik Terungkapnya Pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho

Pertemuan tersebut terjadi menjelang buka puasa pada 6 Maret 2025 lalu.

"Saya sedang mengupas pepaya di dalam masjid, tiba-tiba ada yang lewat dan langsung saya tegur 'pak cari siapa?'" kenang Ngatman di Pesanggrahan, Selasa (25/11/2025).

Jawaban yang diterimanya singkat namun jelas: "Cari anak saya, namanya Alvaro."

Ngatman pun menjawab bahwa Alvaro sedang bermain di lantai atas. Namun, ia sama sekali tidak menduga bahwa itu adalah kali terakhirnya melihat Alvaro hidup.

 "Cuma saya tidak tahu membawanya, soalnya tidak ada suara nangis," ujarnya.

Sosok Siluet dalam Cahaya Redup

Saat itu, lampu masjid masih redup, membuatnya tidak bisa melihat wajah pria tersebut dengan jelas. Ia hanya bisa menggambarkan sosoknya: berperawakan tinggi, agak gemuk, dengan rambut pendek.

"Pukul 17.00 WIB saya mengupas buah terus jam 17.30 WIB itu baru saya sajikan ke depan, karena kan lampu masih redup, jadi wajahnya saya tidak lihat karena posisi gelap," jelasnya.

Pria misterius itu datang sendiri, tanpa jaket, dan hanya sebentar.

"Jadi pada saat bapaknya udah sampai di tangga, lalu saya tengok dan saya tegur. 'Pak cari siapa?'. Sekitar 5-6 meter jaraknya. Saya baru sekali itu saja melihat," sambung Ngatman.

Pemeriksaan Saksi dan Kenangan Manis

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved