Berita Bogor
Cegah Penyebaran Chikungunya, Dinkes Kabupaten Bogor Lakukan Rapid Test dan Fogging
Penyakit Cikungunya mulai meningkat di Kabupaten Bogor. Sejumlah warga Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor terserang penyakit ini
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Hironimus Rama
Laporan wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama
WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG – Penyakit Cikungunya mulai meningkat di Kabupaten Bogor. Saat ini sejumlah warga Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor terserang penyakit ini.
Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor terus melakukan langkah antisipatif dengan melakukan deteksi dini dan memberantas sarang nyamuk.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, menjelaskan bahwa saat ini Dinas Kesehatan telah menyiapkan rapid test chikungunya untuk memastikan kasus yang muncul di masyarakat.
Baca juga: Waspada Nyamuk Aedes Aegypti, Satu Keluarga di Ciputat Timur Terinfeksi Chikungunya
“Kalau memang hasil rapid positif, kami akan segera melakukan fogging fokus di wilayah tersebut. Namun sebelumnya, masyarakat perlu melakukan PSN atau Pemberantasan Sarang Nyamuk terlebih dahulu,” ujar Fusia kepada wartawan di Cibinong, Selasa (15/10/2025).
Menurutnya, rapid test chikungunya dilakukan secara selektif untuk warga yang menunjukkan gejala mengarah ke chikungunya, seperti demam disertai nyeri sendi dan otot.
"Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kecenderungan chikungunya, Dinas Kesehatan akan menindaklanjuti dengan pemeriksaan lingkungan melalui Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk memastikan ada atau tidaknya jentik nyamuk Aedes aegypti," paparnya.
Dia menyelaskan penyakit Chikungunya disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti, vektor yang sama dengan penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).
Oleh karena itu, langkah pemberantasan sarang nyamuk penting dilakukan untuk menghilangkan bibit-bibit nyamuk Aedes Aegypti.
“Fogging bukan langkah pertama, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Sementara telur dan jentiknya harus diberantas lewat PSN. Kalau fogging dulu, seminggu kemudian nyamuk akan muncul lagi,” jelasnya.
Fusia Meidiawaty menegaskan, PSN dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat melalui gerakan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Mengubur tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta Plus menggunakan lotion antinyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.
“Perindukan nyamuk Aedes aegypti biasanya ada di air yang bersih dan bening seperti di talang air, dispenser, atau wadah bekas di kebun. Karena itu, PSN harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di dalam rumah tapi juga di lingkungan sekitar,” imbuhhnya.
Fusia bahwa tren kasus chikungunya di Kabupaten Bogor hingga pertengahan Oktober 2025 masih dalam kondisi terkendali dan belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun demikian, Dinas Kesehatan tetap siaga menghadapi masa pancaroba, karena pada periode ini risiko perkembangbiakan nyamuk biasanya meningkat.
“Kami sudah menyiapkan surat edaran kepada seluruh puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit akibat vektor menjelang musim hujan. Dari puskesmas nanti akan diteruskan ke kecamatan dan desa agar masyarakat melakukan gerakan kebersihan lingkungan,” ungkapnya.
| Perkuat Literasi Digital, PWI Kabupaten Bogor Gelar Safari Jurnalis di Sukajaya |
|
|---|
| Sambut HJB ke-544, Pemkab Bogor Buka Layanan Publik 100 Jam Non-Stop |
|
|---|
| Wawancara Tahap Akhir Calon Direksi PT Sayaga Wisata, Bupati Bogor: BUMD Tidak Boleh Merugi! |
|
|---|
| Perkuat Sinergi, PWI Kabupaten Bogor Gelar Safari Jurnalistik di Gunung Putri |
|
|---|
| Rayakan HJB ke-544, Puluhan Pelari SBI Narogong Unjuk Gigi di Taman Budaya Bogorun 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Kabupaten-Bogor-dr-Fusia-Meidiawaty.jpg)