Kriminalitas

Fakta Baru Mahasiswi Universitas Mataram Dirudapaksa Sebelum Dibunuh di Pantai Nipah Lombok

Fakta Baru Mahasiswi Universitas Mataram Dirudapaksa Sebelum Dibunuh di Pantai Nipah Lombok

|
Editor: dodi hasanuddin
Istimewa
RUMAH DUKA -  Jenazah Made Vaniradya Puspa Nitra dibawa ke rumah duka di Jalan Pejanggik GG.IX/4 Pajang, RT004/RW081, Desa pejanggik, Kecamatan Mataram. Lombok Utara, NTB. 

Nikmati Sunset Berujung Maut

Selasa (26/8/2025) mereka kembali berjumpa di kampus. Mereka pun janjian untuk menikmati sunset atau matahari terbenam di Pantai Nipah.

Pantai Nipah memang menjadi tempat wisata favorit bagi anak muda. 

Baca juga: Misteri Hubungan Septia Adinda Mahasiswi Padang Pariaman dengan Pelaku, Wartawan dan Polisi Tertipu

Sebab, Pantai Nipah dikelilingi oleh perbukitan. Pemandangan Pantai Nipah akan semakin menyejukkan hati bila disaksikan dari perbukitan.

Sebab, Pantai Nipah yang bertabur pasir putih dan air laut yang jernih terlihat terbentang luas. Lanskap garis pantai yang melengkung membuat mata betah berlama-lama memandangnya.

Tiket masuk pun gratis. Pengunjung hanya membayar biaya parkir. Motor Rp 5.000 dan mobil Rp 10.000.

INDAHNYA PANTAI NIPAH -  Pantai Nipah, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) menawarkan keindahan sunset di pulau tersebut.
INDAHNYA PANTAI NIPAH - Pantai Nipah, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) menawarkan keindahan sunset di pulau tersebut. (Istimewa)

Tak hanya itu, dari kampus Universitas Mataram untuk ke Pantai Nipah jaraknya hanya 40 kilometer dengan waktu tempu sekitar 1 jam hingga 1 jam 15 menit.

Mereka pun berangkat dari kampus Unram menuju Pantai Nipah pada pukul 16.30 WITA dengan Motor Honda PCX hitam dengan nopol EA 5502 AI. Mereka pun tiba menjelang Magrib.

Tampaknya mereka berenang di pantai dulu, sebelum duduk berdampingan menikmati matahari terbenam.

Baca juga: Ternyata Dokter Spesialis Gunakan Cara Lama Rekam Mahasiswi Sedang Mandi di Kost Cempaka Putih

Sebab saat itu, Vany mengenakan celana pendek warna hitam, kaos lengan pendek. Sedangkan Radit hanya memakai celana pendek.

Tiba-tiba datang seorang pria membawa bambu dari atas perbukitan.

Pria berambut pendek dan bertubuh kurus dengan lantangnya berteriak.

"Kalian lagi ngapain. Jangan macam-macam di sini," teriak pria tersebut.

"Kami enggak ngapain-ngapain. Kami hanya menikmati sunset. Kami jajan doang. Kalau gak percaya periksa tas saya saja," jawab Radit.

Radit Vany
LUKA LEBAM - Radit Ardiansyah pacar Made Vaniradya Puspa Nitra, mahasiswi jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Mataram, dianiaya di Pantai Nipah, Lombok Utara hingga babak belur.

Pria berusia sekitar 25 - 30 tahun itu kembali berteriak dan mengancam.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved