Kriminalitas
Profil Titus Pengantar Obat yang Membunuh Okta Tegal Setelah Berhubungan Intim Satu Menit
Profil Titus Pengantar Obat yang Membunuh Okta Tegal Setelah Berhubungan Intim Satu Menit
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TEGAL - Seorang perempuan muda bersama Sumiati (24) tewas di depan tempat kos di Jalan Brantas, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu (27/8/2025) petang.
Okta saapan akrab dari Sumiati tewas dengan bersimbah darah. Tubuhnya penuh luka tusuk dan di lehernya terdapat luka sayatan.
Baca juga: Kisah Cinta Berakhir Duka di Deli Serdang, Janda Muda Langgar Larangan Ibu
Wanita cantik itu tewas lantaran dibunuh oleh Titus Sutrisno (32), pria asal Jalan Panggung Timur, RT004/RW009, Desa Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kabupaten Tegal,
Pembunuhan itu terjadi setelah mereka berhubungan intim selama satu menit.
Usai menusuk korban, Titus yang ingin kabur tak bisa lantaran warga sudah banyak berkumpul di depan kos. Dia bingung dan hanya berdiri di depan kamar kos Okta.

Sedangkan Okta yang juga keluar kamarnya berusaha minta pertolongan ke teman kosnya yang ada di depannya dengan mengetuk pintu.
Namun, tak ada jawaban. Okta kemudian menuju depan kos untuk meminta bantuan sambil bersimbah darah. Tepat di luar pintu gerbang, Okta ambruk pergi untuk selamanya.
Baca juga: Kisah Janda Muda di Ponogoro Tewas di Tangan Suami Keempat, Keinginan Terakhirnya di Hari Pramuka
Polisi dari Polres Tegal Kota kemudian membekuk Titus yang tak berani kabur dari tempat kos.
Siapakah sosok Titus sang jagal dari Desa Panggung, Kabupaten Tegal
Pernah Kerja di Jakarta
Titus Sutrisno lahir di Tegal, Jawa Tengah, 24 Maret 1993. Dia tinggal Jalan Panggung Timur, RT004/RW009, Desa Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kabupaten Tegal.
Meski usianya sudah kepala tiga, Titus masih bujangan.

Titus kecil dikenal sebagai pria kalem. Namun, dia pandai bergaul. Meski demikian hari-harinya banyak diisi dengan belajar.
Tak hanya itu dia juga rajin ke gereja. Lantaran hal itu orangtuanya menyekolahkannya di sekolah yang berbasis agama Kristen. Sekolah swasta itu cukup terkenal di Kota Tegal.
Baca juga: Kisah Pembunuhan Janda oleh Kekasihnya di Lombok Mirip Kekejian PKI, Nyawa Harus Dibalas Nyawa
Titus pun menempuh pendidikan tinggi di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah.
Tahun 2016 dia merantau ke Jakarta untuk bekerja di kawasan, Kemayoran, Jakarta Pusat. Titus hanya bertahan satu tahun. Kemudian dia pindah kerja di Kota Tegal mulai 2017 hingga saat ini sebagai pengantar obat.
Sosok Sumiati Janda Cantik
Sumiati lahir di Brebes, Jawa Tengah, 16 November 2000. Dia tinggal di Jalan Raya Cipelem RT003/RW07, Desa Cipelem, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Desa Cipelem merupakan desa yang ajaran agama Islamnya tergolong kuat. Sebab itu, Masjid Kambangan atau Masjid Jami Al Mukhlisin menjadi pusat aktivitas.

Sumiati lahir dari keluarga sederhana. Meski demikian Sumiati selalu membantu orangtuanya.
Sejak remaja, Sumiati disukai banyak pria. Selain wajahnya cantik, dia juga pandai bergaul. Dia pun memutuskan untuk menikah muda.
Namun, keinginannya untuk membina rumah tangga yang bahagia tak seindah di angan. Pernikahan Sumiati pun berantakan dan ia pun harus memenuhi kebutuhan hidup anak semata wayangnya.
Baca juga: Kisah Mantan Suami Masih Cinta, Janda Muda di Karimun Tewas Ditusuk 34 Kali dan Tulang Leher Patah
Okta sapaan akrab Sumiati pun mencari sesuaap nasi dengan bekerja memuaskan pria hidung belang.
Tahun 2024, dia memilih tempat kos di Jalan Brantas, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal sebagai tempatnya mencari nafkah.
Hubungan Intim Satu Menit
Libido Trisno pada Rabu (27/8/2025) petang sedang tinggi-tingginya. Sekitar 16.30 WIB, dia pun membuka aplikasi Michat dan berkomunikasi dengan Okta.
Kasatreskrim Polres Tegal Kota, AKP Eko Setiabudi Pardani, mengatakan, komunikasi Okta dengan pelaku pun terjadi.
Baca juga: Dwi Hartono Otak Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN Diusung Jadi Bupati, Anggota TNI Terlibat
Akhirnya disepakati tarif yang harus dibayar pelaku Rp 500.000. Catatannya adalah Okta harus memuaskan Trisno.
"Mereka komunikasi melalui aplikasi dan disepakati harga Rp 500.000 dengan servis memuaskan," kata AKP Eko, Kamis (28/8/2025).
Datanglah Trisno ke tempat kos Okta. Pasangan kencan itu pun berhubungan intim. Namun, hubungan seksual tersebut hanya berlangsung satu menit.
Okta kemudian menuju kamar mandi untuk bersih-bersih dan kemudian kembali lagi ke kasur.

Dia kasur Okta ngobrol santai dengan Trisno. Tiba-tiba keluar ucapan dari Okta bahwa Trisno baru main satu kali sudah tak maksimal.
Ucapan itu membuat Trisno marah. Terjadilah pertengkaran hebat. Dalam kondisi emosi, Trisno mengambil pisau yang dibawanya. Lalu menusukkan pisau tersebut ke tubuh bagian belakang, depan hingga menyayat leher Okta.
Trisno kemudian keluar kamar, namun tak berani kabur, karena panik warga sudah berkumpul di depan kos.
Baca juga: Kisah Sosok Penipu Ulung Ade Mulyana Jatuh Hati dengan Dea Permata, Kejanggalan Motif Pembunuhan
Sedangkan Okta mengetuk pintu teman kosnya, namun tak ada jawaban. Lalu dia keluar tempat kos untuk meminta pertolongan. Okta lalu ambruk di depan pintu gerbang.
"Ada tujuh luka tusukan di tubuh Okta. Di bagian belakang, depan, samping kanan kiri dan leher. Pelaku tidak berani kabur, karena panik sudah banyak orang di depan kos," ujar AKP Eko.
Menurut AKP Eko, pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara 15 tahun penjara. Motif pembunuhan itu pelaku merasa tidak puas dengan servis dari korban dan sakit hati.
"Jadi pelaku dan korban tidak saling mengenal. Mereka baru bertemu sekali. Pelaku memang membawa pisau di tasnya. Sebagai pengantar obat di lapangan pisau itu dibawa untuk menjaga diri," tandas AKP Eko.
Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com
Diduga Mencopet, Seorang Pria Diamankan Saat Aksi Demo Buruh di DPR |
![]() |
---|
Menguak Dugaan Dalang Dibalik Layar Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Sosok Istri Trauma |
![]() |
---|
Wanita Muda asal Brebes Tewas Digorok, Jenazahnya Tergeletak di Depan Kos di Jalan Brantas Tegal |
![]() |
---|
Dugaan Keterlibatan Bos Besar, Dwi Hartono Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN dari Keluarga Transmigran |
![]() |
---|
15 Orang Jadi Tersangka Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kepala KCP Bank BUMN |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.