Sabtu, 6 Juni 2026

Organisasi Mahasiswa

Perkuat Diplomasi HAM Indonesia, PMKRI Gelar Seminar Internasional 

PMKRI sukses menggelar seminar internasional tentang HAM di DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, pada Senin (29/9/2025)

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Hironimus Rama
Tribun Depok
SEMINAR INTERNASIONAL - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) St. Thomas Aquinas sukses menggelar seminar internasional bertema “HAM, Keamanan, dan Kewarganegaraan Aktif sebagai Upaya Memperkuat Peran Indonesia dalam Diplomasi HAM Global” pada Senin (29/9/2025) di Ruang Bapemperda DPRD Kota Bogor, Jawa Barat. 

Laporan wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BOGOR - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) St. Thomas Aquinas sukses menggelar seminar internasional bertema “HAM, Keamanan, dan Kewarganegaraan Aktif sebagai Upaya Memperkuat Peran Indonesia dalam Diplomasi HAM Global” pada Senin (29/9/2025).

Bertempat di Ruang Bapemperda DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, seminar ini menghadirkan dua orang narasumber yaitu Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Sosial, Budaya, dan Pembangunan Manusia Kamapradipta Isnomo dan Romo A. Setyo Wibowo, S.J. selaku Pastor Moderator PP PMKRI sekaligus dosen filsafat STF Driyarkara Jakarta.

Baca juga: Warga Kota Bogor Dapat Jaminan Pemenuhan Hak Hidup Usai DPRD Sahkan Perda Ramah HAM

Dalam paparannya, Kamapradipta Isnomo, menegaskan bahwa diplomasi HAM Indonesia berpijak pada politik luar negeri bebas-aktif dan komitmen kuat pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Diplomasi HAM Indonesia tidak boleh berhenti pada forum formal. Generasi muda harus tampil sebagai pelaku diplomasi rakyat agar Indonesia semakin dipercaya di panggung global,” ujar Kamapradipta di Bogor, Senin (29/9/2025).

Sementara Romo A. Setyo Wibowo, S.J., menyoroti aspek keadilan yang harus menjadi napas perjuangan HAM, termasuk hak atas pendidikan, pekerjaan, demokrasi, perlindungan data, dan keadilan antar-generasi.

“Opini dan pendapat tidak bisa diadili. Yang harus diperjuangkan adalah keadilan. Karena itu, jangan pernah lelah dalam berjuang,” pesan Romo Setyo.

Baca juga: Temuan Dirjen HAM, Hanya 12 dari 110 Daycare di Kota Depok yang Memiliki Izin Resmi

Seminar ini dipandu oleh Ferdinandus Wali Ate, Presidium Hubungan Luar Negeri PP PMKRI. Ia menegaskan bahwa diplomasi HAM bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga ruang bagi masyarakat sipil dan generasi muda.

“PMKRI sebagai bagian dari IMCS – Pax Romana Global punya tanggung jawab moral untuk memastikan perjuangan HAM berpijak pada solidaritas lintas bangsa dan keadilan sosial,” ucapnya.

Selain seminar internasional, Pengurus Pusat PMKRI juga menggelar National Transformative Leadership (NTL) di Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 26–29 September 2025. 

Kegiatan NTL ini berlangsung lancar selama empat hari dan menghadirkan puluhan kader PMKRI dari berbagai daerah.

Kegiatan ini semakin kaya dengan kehadiran tiga fasilitator internasional dari Sri Lanka, Nepal, dan Malaysia, yang memberikan wawasan lintas perspektif tentang kepemimpinan dan solidaritas global.

Ketua Presidium PP PMKRI periode 2024-2026, Susana Florika Marianti Kandaimu, menegaskan bahwa NTL bukan hanya forum pembelajaran, tetapi ruang kaderisasi yang menyiapkan generasi muda untuk mengabdi pada gereja, bangsa, dan masyarakat.

“NTL adalah bagian dari proses panjang pembentukan kepemimpinan transformatif. Kegiatan ini sejalan dengan semangat International Movement of Catholic Students (IMCS) – Pax Romana dan Pax Romana Global, yang menekankan pendidikan, solidaritas internasional, serta aksi nyata mahasiswa dalam membela martabat manusia,” ujar Susana.

Melalui rangkaian kegiatan ini, PMKRI menegaskan bahwa kaderisasi internal dan jejaring internasional tidak bisa dipisahkan. NTL membentuk basis kepemimpinan nasional, sementara seminar internasional membuka ruang refleksi dan dialog global.

"Dari diskusi yang berlangsung, lahir sejumlah catatan penting yaitu Diplomasi HAM Indonesia harus dikawal konsisten dalam kerangka politik luar negeri bebas-aktif. HAM, keamanan, dan kewarganegaraan aktif adalah isu yang saling berkaitan. Generasi muda perlu hadir sebagai agen perubahan dan diplomasi rakyat," tandas Susana.

 

Sumber: Tribun depok
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved