Rabu, 20 Mei 2026

Depok Hari Ini

Pemkot Depok Larang Study Tour Berkedok Piknik dan Wisuda Sekolah Mahal

Pemkot Depok Larang Study Tour Berkedok Piknik dan Wisuda Sekolah Mahal

Tayang:
Editor: Hironimus Rama
TribunnewsDepok.com/M. Rifqi Ibnumasy
LARANGAN WISUDA - Kadisdik Depok, Wahid Suryono mengimbau seluruh satuan pendidikan agar tidak membuat kegiatan sekolah yang berpotensi menambah beban biaya bagi orang tua siswa seperti study tour dan wisuda sekolah. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS – Kabar melegakan datang untuk para orang tua murid di Kota Depok.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengambil langkah tegas dengan melarang seluruh satuan pendidikan mengadakan kegiatan yang berpotensi menguras kantong dan menambah beban finansial keluarga.

Larangan ini tidak main-main dan telah dituangkan secara resmi dalam Surat Edaran (SE) Nomor 400.3.1/3097/Sekret.um/2026 yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Wahid Suryono, pada 12 Mei 2026 lalu.

Baca juga: Disdik Depok Tegaskan Rintisan Sekolah Swasta Gratis Tidak Boleh Pungut Biaya Apa Pun ke Wali Murid

Kebijakan ini selaras dengan arahan Gubernur Jawa Barat untuk mencetak peserta didik yang berkarakter unggul (cageur, bageur, bener, pinter, tur singer) tanpa harus diwarnai dengan pungutan biaya ekstra.

Sayonara Study Tour dan Wisuda Mewah

Melalui edaran tersebut, Disdik Kota Depok menyoroti dua kegiatan yang sering kali menjadi keluhan para orang tua.

Sekolah diimbau keras untuk tidak lagi mengadakan kegiatan jalan-jalan atau piknik berlabel study tour apabila pada ujungnya hanya akan membebani orang tua dengan biaya tambahan.

Selain itu, kegiatan seremonial wisuda atau perpisahan mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga tingkat pendidikan menengah tidak diperkenankan jika menimbulkan tagihan baru bagi wali murid.

Sebagai ganti dari kegiatan hura-hura yang mahal, Pemkot Depok mendorong pihak sekolah untuk lebih kreatif.

Pembelajaran di luar kelas harus diganti dengan aktivitas berbasis inovasi yang manfaatnya bisa langsung dirasakan siswa untuk masa depan.

Beberapa alternatif kegiatan yang disarankan antara lain:

  • Praktik pengelolaan sampah mandiri.
  • Belajar pertanian organik, peternakan, dan perikanan.
  • Pengembangan wawasan dunia usaha dan industri yang relevan dengan dunia kerja nyata.

Gerakan Bawa Bekal dan Gemar Menabung

Tidak hanya menyasar pihak sekolah, Pemkot Depok juga memberikan imbauan langsung kepada para peserta didik.

Siswa kini didorong untuk membiasakan diri membawa bekal makanan dari rumah untuk pemberlakuan progam Makan Bergizi Gratis secara merata. Selain lebih sehat, langkah ini bertujuan untuk mengurangi kebiasaan jajan sehingga sisa uang saku bisa ditabung sebagai investasi masa depan.

Dengan adanya kebijakan tegas ini, Pemkot Depok berharap dunia pendidikan dapat kembali ke khittah-nya yaitu berfokus penuh pada peningkatan kualitas belajar dan pembentukan karakter anak, tanpa harus membuat orang tua pusing memikirkan biaya tambahan.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved