Sabtu, 2 Mei 2026

Depok Hari Ini

Kali Pesanggrahan Meluap, Akses Jalan Penghubung Depok dan Tangsel Lumpuh Total

Kali Pesanggrahan Meluap, Akses Jalan Penghubung Cinere Depok dan Pondok Cabe Tangsel Terputus Banjir 

Tayang:
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Hironimus Rama
TribunnewsDepok/M. Rifqi Ibnumasy
BANJIR DEPOK - Jalan Bandung yang menghubungkan wilayah Cinere, Depok dengan Pondok Cabe, Tangsel terputus imbas luapan Kali Pesanggrahan, Senin (20/4/2026). (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy)  

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CINERE - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak semalam berdampak lumpuhnya sejumlah akses vital.

Pada Senin (20/4/2026) pagi, luapan Kali Pesanggrahan memutus total Jalan Bandung, akses jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Cinere, Kota Depok dengan Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Tangsel).

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian pada pukul 10.20 WIB, akses jalan tersebut berubah layaknya sungai dengan genangan air mencapai kedalaman sekitar satu meter.

 

Tak hanya genangan yang tinggi, arus air luapan Kali Pesanggrahan juga terpantau sangat deras dan membawa tumpukan material sampah dari area hulu.

Kondisi ekstrem ini membuat Jalan Bandung lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas.

Para pengguna jalan yang telanjur mengarah ke lokasi terpaksa harus berputar balik mencari rute lain untuk menuju Depok maupun Tangsel.

Sutikno Hadi Prayitno, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa genangan air sudah mulai menutupi jalan sejak waktu Subuh.

Menurutnya, hal ini tak lepas dari hujan deras yang turun semalaman ditambah debit air kiriman.

“Kiriman air dari Bogor, terus semalam di sini juga hujan dari Isya,” kata Hadi kepada wartawan di lokasi.

Ketinggian air yang sempat menembus lebih dari 1 meter membuat jalan ini benar-benar terputus. Padahal, jalur ini menjadi urat nadi pergerakan warga di pagi hari.

“Jalan yang terendam merupakan jalur alternatif utama yang biasanya ramai dilalui warga karena lebih cepat dan bebas macet dibandingkan jalur utama Mall Cinere,” ujarnya.

Melihat kondisi ini, Hadi sangat berharap adanya intervensi dari pemerintah setempat. Salah satu solusi yang diharapkan warga adalah peninggian konstruksi jembatan di area tersebut agar tidak lagi menjadi langganan banjir saat Kali Pesanggrahan meluap.

Pengendara Terpaksa Putar Balik

Dampak terputusnya jalan ini sangat dirasakan oleh para komuter, salah satunya Zafir, seorang mahasiswa UIN Jakarta yang terpaksa memutar arah kendaraannya.

Mahasiswa ini menyebutkan bahwa kawasan tersebut memang kerap menjadi titik rawan banjir saat curah hujan sedang tinggi.

“Genangan air biasanya berlangsung cukup lama, seringkali hingga hampir seharian, dan baru mulai surut menjelang malam hari,” kata Zafir.

Menurut pengamatannya, selain curah hujan, penumpukan sampah di aliran Kali Pesanggrahan menjadi biang kerok utama yang memperparah luapan air ke jalanan.

Akibat akses yang terputus ini, Zafir mengaku harus membuang waktu tempuh ekstra 10 hingga 15 menit untuk mencari rute memutar.

“Pemerintah diharapkan melakukan pembersihan Kali Pesanggrahan secara berkala untuk mencegah banjir berulang di jalur vital tersebut,” pungkasnya.  (m38)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved