Senin, 1 Juni 2026

CFD Depok

CFD Depok Tetap Buka Saat Ramadan, Ekonomi Jalan Terus

Kabar Gembira, CFD Depok di Jalan Margond Tetap Buka Saat Ramadan 2026, Ekonomi Jalan Terus,

Tayang:
Editor: Hironimus Rama
TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy
CFD KOTA DEPOK - Kepadatan masyarakat mengikuti CFD di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (25/5/2025). (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membawa kabar melegakan bagi para pegiat olahraga dan pelaku UMKM.

Kegiatan Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Margonda Raya hingga Arief Rahman Hakim (ARH) dipastikan tetap berjalan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil demi menjaga keseimbangan antara kekhusyukan ibadah dan perputaran roda ekonomi rakyat.

Baca juga: Dilarang Selama Ramadan, Aparat Bakal Bubarkan Paksa Sahur on The Road di Depok 

Pemerintah merasa tidak memiliki hak untuk memutus mata pencaharian warga, termasuk pedagang kecil yang menggantungkan nasib di area CFD.

“CFD tetap berjalan selama Ramadan. Pemerintah tidak boleh membatasi orang yang berjualan. Justru kita ingin ekonomi masyarakat tetap bergerak,” ujar Chandra seperti dikutip berita.depo.go.id, Rabu (18/02/2026).

Imbauan Khusus: Jajanan "Siap Bungkus"

Meski tetap diizinkan beroperasi, suasana CFD akan sedikit disesuaikan untuk menghormati bulan puasa. Pemkot Depok melakukan pendekatan humanis dengan memberikan imbauan lisan kepada para pedagang.

Para pelaku usaha kuliner dianjurkan untuk menyesuaikan dagangannya, misalnya dengan menyediakan makanan atau minuman take-away (siap bungkus) yang bisa disimpan warga untuk persiapan berbuka puasa (takjil).

“Kami hanya menghimbau secara lisan agar yang berjualan menyesuaikan produknya, misalnya menjual makanan siap bungkus untuk persiapan buka puasa. Jadi sifatnya masih imbauan,” jelas Chandra.

Ibadah Khusyuk, Ekonomi Tumbuh

Chandra menambahkan, CFD di bulan Ramadan diharapkan tetap menjadi ruang interaksi sosial yang sehat, tertib, dan bersih tanpa mengurangi nilai ibadah.

Kebijakan ini menjadi jalan tengah agar aktivitas warga tetap produktif.

“Kita ingin Ramadan tetap khusyuk, tapi roda ekonomi juga tetap berjalan. Keduanya bisa berjalan berdampingan dengan saling menghormati,” tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved