Rabu, 8 April 2026

Timnas Indonesia

Darius Sinathrya Soroti Penunjukan John Herdman: 'Jangan Langsung Cari Lawan Berat!'

Komentari John Herdman, Darius Sinathrya: Tugas Dia Tidak Mudah Latih Timnas Indonesia

Editor: Hironimus Rama
Warta Kota
TIMNAS INDONESIA - Darius Sinathrya ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026) malam. 

Laporan Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - John Herdman ditunjuk sebagai nakhoda baru tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia pekan lalu. 

Menanggapi hal ini, aktor sekaligus penggila sepak bola, Darius Sinathrya, memberikan pandangan kritis sekaligus realistis terkait masa transisi ini.

Meski nama Herdman mungkin terdengar asing bagi sebagian besar pendukung fanatik di tanah air, Darius meyakini ada alasan kuat di balik keputusan PSSI.

Kualitas di Balik Nama yang Kurang Populer

Darius mengakui bahwa John Herdman bukanlah pelatih dengan nama besar yang sering berseliweran di rumor transfer internasional. Namun, ia optimis dengan kapabilitas pelatih asal Inggris tersebut.

"Mungkin sama kayak kebanyakan fans bola ya, bukan sosok figur yang terkenal. Tapi rasanya ada kualitas dari sisi kepelatihan. Ya mudah-mudahan itu benar-benar bisa ditunjukkan nanti," ujar Darius saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

Dia menambahkan menjadi pelatih Indonesia saat ini bukanlah perkara mudah. Dengan fondasi kuat yang sudah dibangun selama lima tahun terakhir, ekspektasi publik berada di titik tertinggi. 

"Perubahan besar dan pasti jadi tugas yang tidak mudah. Tapi sebagai suporter dan pecinta Timnas, berharapnya ya bisa menjalankan tugas sebaik mungkin," tambah pria berusia 40 tahun tersebut.

Hindari Lawan Tangguh di Awal

Menjelang turnamen seperti Piala AFF, suami Donna Agnesia ini menyarankan agar Timnas Indonesia tidak terburu-buru menjajal lawan dengan peringkat FIFA yang jauh di atas.

Menurutnya, menjaga mentalitas tim di masa konsolidasi jauh lebih penting daripada sekadar mengejar poin.

"Mungkin enggak bisa memenuhi ekspektasi bahwa lawannya langsung bagus ya. Dari sisi peringkat mungkin akan di bawah atau bagaimana. Tapi saya pikir itu juga sebuah keputusan yang bijak, bukan nyari lawan yang ada di atas karena kan transisi ya, butuh waktu juga," jelasnya.

Darius mengkhawatirkan dampak psikologis jika tim dipaksa menghadapi lawan berat saat chemistry pemain belum terbentuk 100 persen.

"Jangan nanti malah lawannya terlalu berat, sementara konsolidasi tim di dalam belum mungkin belum 100 persen, dan akhirnya hasilnya malah terlalu mengecewakan," tuturnya.

Fokus pada Analisis dan Bongkar Pasang Skuad

Alih-alih langsung tancap gas mengejar kemenangan besar, Darius menyarankan Herdman untuk memulai dari langkah kecil demi stabilitas jangka panjang.

"Kalau mulai dari low dulu, bisa menganalisa apa yang akan dilakukan dengan skuad yang ada, mencoba bongkar pasang segala macam, bukan ngincar poin semata-mata," tutup Darius.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved