Sabtu, 18 April 2026

Kabupaten Bogor

Breaking News, Menteri LH Hanif Faisol Ingin TPPAS Lulut Nambo Segera Beroperasi

Dia menjelaskan TPPAS Lulut Nambo ini diproyeksikan akan menangani pengolahan sampah dari 4 kabupaten/ kota di sekitarnya.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
SIDAK TPPAS NAMBO - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol (ketiga dari kiri) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke TPPAS Lulut Nambo di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (20/8/2025). 

Laporan wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, prihatin dengan tak kunjung beroperasinya Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan Hanif Faisol saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke TPPAS Lulut Nambo pada Rabu (20/8/2025).

"Terkait dengan Lulut Nambo, tentu  Kementerian Lingkungan Hidup sangat prihatin dengan tidak operasionalnya TPPAS ini hampir selama 10 tahun lebih," kata Hanif. 

Dia menjelaskan TPPAS Lulut Nambo ini diproyeksikan akan menangani pengolahan sampah dari 4 kabupaten/ kota di sekitarnya. 

Baca juga: Indocement Siap Tampung Bahan Bakar RDF Hasil Olahan Sampah dari TPPAS Lulut Nambo

"Tentu diperlukan langkah-langkah yang cepat dari pemerintah provinsi untuk operasional maksimal dari TPPAS Lulut Nambo ini," paparnya.

Dia berharap pada era pemerintah baru saat ini TPPAS Lulut Nambo diharapkan segera beroperasi maksimal.

"Kami berharap segera dilakukan langkah-langkah percepatannya, diantaranya segera mengoperasionalkan teknologi RDF," jelas Hanif.

 Menurutnya, pengolahan sampah menjadi RDF ini tepat karena di sekitar TPPAS Lulut Nambo ada dua industri semen yang relatif cukup besar.

Baca juga: Liputan Khusus: TPPAS Lulut Nambo Tak Kunjung Beroperasi, Ini Penyebabnya

 "Dua industri semen ini dapat  menyerap RDF tersebut. Industri ini memiliki kapasitas lebih dari seribu ton per hari. Ini sudah cukup sangat besar," ucapnya.

Dia berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama bangunan yang sudah ada di TPPAS Lulut Nambo segera dioperasionalkan.

"Kendalanya lebih bersifat non teknis. Sebenarnya sangat sederhana karena tinggal ganti mesin-mesin. Katakanlah kita order 3-4 bulan sudah selesai. Untuk sementara mesin yang ada dioperasionalkan dulu," tandas Hanif.

Baca juga: Kunjungi TPPAS Lulut Nambo, Wamen Lingkungan Hidup Dorong Indocement Tangani Sampah

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved