Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat di Tangsel yang Dijadwalkan Buka Hari Ini Tampak Masih Sepi dan Belum Digunakan
Tidak terlihat aktivitas belajar mengajar di lokasi tersebut. Justru, hanya sejumlah pekerja bangunan yang tampak berada di area gedung.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah mengatakan Sekolah Rakyat di Tangsel masih bersifat sementara dan belum dibangun di atas lahan permanen, Senin (30/7/2025).
Dimyati menjelaskan bahwa status penggunaan gedung untuk Sekolah Rakyat di Tangsel saat ini masih sebatas pinjam pakai.
Baca juga: Diterima di Sekolah Rakyat, Rahma Bersyukur Anaknya Tak Putus Sekolah
“Sekolah Rakyat di Tangsel itu hanya baru pinjam pakai. Karena sekolah rakyat itu harus memiliki lahan minimal 7 hektare. Nah, kalau di Tangsel ini cari 7 hektare berat, kecuali dibantu oleh pengembang,” kata Dimyati.
Dimyati menegaskan bahwa peresmian yang direncanakan dalam waktu dekat ini bukanlah peresmian sekolah secara keseluruhan, melainkan hanya peresmian penggunaan tempat.
“Itu diresmikannya (30 Juli 2025) adalah penggunaan tempat. Kita, Pemerintah Provinsi Banten, punya badan tenaga kerja di sana, BLK. Nah, kita pinjamkan untuk Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Meski demikian, Sekolah Rakyat tersebut sudah mulai beroperasi.
Namun statusnya tetap sebagai fasilitas sementara sembari menunggu pembangunan gedung permanen yang direncanakan oleh Kementerian Sosial.
“Nanti ke depan kita akan bangunkan, terutama pemerintah pusat, yaitu Kementerian Sosial yang akan membangunkan. Lahan itu harus minimal 7 hektare,” katanya.
Untuk saat ini, Sekolah Rakyat di Tangsel baru dibuka setara tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Rencana membuka jenjang SD dan SMP belum menjadi prioritas karena berdasarkan survei, hampir seluruh anak usia sekolah dasar dan menengah pertama di Tangsel sudah bersekolah.
“Jadi kalau nanti di tingkat bawah, SD, SLTP, itu hasil survei menunjukkan yang tidak sekolah di usia 9 tahun cuma 1 persen. Jadi hampir semua di Tangsel ini sudah sekolah,” tutup Dimyati.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Sekolah Rakyat 33 Tangsel, Gina Intana Dewi mengatakan bahwa satu wilayah yang tidak termasuk dalam peluncuran tahap ini, yaitu Kabupaten Lebak.
“Untuk di sini se-Banten terkecuali Lebak, karena Lebak punya sekolah rakyat sendiri,” ujar Gina saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2025).
Nantinya, Sekolah Rakyat di wilayah Banten akan dilakukan secara bertahap, dimulai pada pertengahan Juli 2025.
Gina menegaskan bahwa persiapan teknis telah dilakukan secara rinci untuk memastikan peluncuran berjalan lancar.
“Untuk launchingnya ada 63 titik itu di 14 Juli dan 37 titik sisanya itu di 30 Juli,” tutup Gina. (m30)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Sekolah-Rakyat-milik-Pemerintah-Provinsi-Pemprov-Banten.jpg)