Kebakaran

Kebakaran Maut di Bukti Duri Tewaskan 4 Warga, Rano Karno: Penyebabnya Korsleting Listrik

Hal itu diungkapkan Rano Karno ketika mengunjungi lokasi kebakaran di Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (20/7/2025).

Editor: murtopo
Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
KEBAKARAN BUKIT DURI -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno alias bang Doel mengunjungi lokasi kebakaran di Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (20/7/2025).(Foto: Yolanda Putri Dewanti) 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti

TRIBUNNEWSDEPOK.COM JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno alias bang Doel mengungkapkan bahwa kebakaran di Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, yang menewaskan empat orang warga disebabkan arus pendek atau korsleting listrik.

Hal itu diungkapkan Rano Karno ketika mengunjungi lokasi kebakaran di Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (20/7/2025).

Empat korban jiwa akibat kebakaran tersebut adalah tiga anak perempuan dan satu anak laki-laki.

Adapun empat korban itu, yakni perempuan inisial PL (13), perempuan K (3), laki-laki A (7) dan perempuan A (4).

Rano mengatakan kebakaran disebabkan arus pendek atau korsleting listrik.

"Api diperkirakan berasal dari percikan api akibat korsleting listrik," kata Rano di lokasi kebakaran, Minggu (20/7/2025).

Baca juga: Kebakaran Maut di Tebet, Warga: Awalnya Listrik Padam, Tiba-tiba Api Sudah Membesar

Kebakaran itu melanda bangunan yang dijadikan kos-kosan. Rano mengungkap api bersumber dari ruangan yang tidak berpenghuni

"(Korsleting) kamar kos yang kosong," tambahnya. 

Dia mengatakan korban jiwa dalam kejadian ini telah diidentifikasi. Para korban jiwa hari ini akan dimakamkan.

"Korban jiwa Insyaallah telah diidentifikasi di rumah sakit Polri dan Insyaallah hari ini akan segera dimakamkan. Sebagian ada (yang dimakamkan) di Menteng Pulo, sebagian ada permintaan keluarga yang akan dimakamkan di daerah Bogor," jelas dia.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyampaikan, kebakaran di Jalan Kutilang, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu, 19 Juli 2025 kemarin, mengakibatkan empat anak-anak meninggal dan empat orang dewasa mengalami luka ringan. 

Baca juga: Kebakaran Maut di Pademangan Tewaskan Ayah dan Anak, Diduga Gara-gara Tabung Gas Elpiji Bocor

"4 orang meninggal dunia atas nama, Putri Lafina 13 tahun , Khairunisa 3 tahun, Azkia 7 tahun, Azizah 4 tahun dan empat orang alami luka ringan, Angel 38 tahun, Mila 25 tahun, Novi 28 tahun serta Anwar Sanusi 52 tahun," ucap Yohan saat dihubungi Poskota, Minggu, 20 Juli 2025.

Yohan mengatakan, kebakaran itu mengakibatkan dua rumah tinggal terdampak dan satu rumah kontrakan. Diduga kebakaran itu akibat oleh korsleting listrik. 

"Dugaan penyebab korsleting listrik," ujar Yohan.

Yohan mengungkapkan, kebakaran itu turut berdampak bagi 46 warga atau 16 kartu keluarga (KK).

Usai kebakaran yang terjadi pada Sabtu pagi kemarin, Yohan mengungkapkan, pihaknya langsung mendirikan tenda di lapangan bulutangkis sekitar area kebakaran.

"Jumlah pengungsi yang saat ini ada di tenda BPBD 25 Jiwa 10 KK," kata Yohan.

Yohan menyebut, estimasi kerugian sementara akibat kebakaran yang melanda rumah semi permanen di Jalan Kutilang, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan itu mencapai Rp600 juta lebih.

"Estimasi kerugian Rp674.000.000," ujar Yohan.

Sebelumnya, Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan Syamsul Huda menyampaikan, kebakaran tiga rumah di Kawasan Bukit Duri, Tebet mengakibatkan empat korban jiwa yang terdiri dari tiga anak perempuan dan satu anak laki-laki.

Adapun empat korban itu, yakni perempuan inisial PL (13), perempuan K (3), laki-laki A (7) dan perempuan A (4).

Huda menyampaikan, awalnya warga sekitar tempat kejadian melihat adanya kobaran api yang berasal dari salah satu rumah, dan meminta warga lainnya untuk segera melapor ke pihak pemadam kebakaran. Namun, saat pihaknya datang ke lokasi, api sudah membesar. 

"Boim dan Rudi Warga Sekitar TKP melihat kebakaran lalu meminta salah Seorang Warga untuk melapor Ke Damkar, begitu unit terdekat sampai di TKP dari Pos Bukit Duri api sudah besar," ucap Huda saat dikonfirmasi awak media, Sabtu, 19 Juli 2025.

Huda mengatakan, saat kejadian itu sang pemilik rumah yang panik, langsung melompat keluar lewat jendela rumahnya. 

Atas kepanikan itu, sang pemilik rumah tak sempat menyelamatkan anak-anaknya yang tertinggal di dalam rumah.

"Pada saat terjadi kebakaran penunggu  melompat keluar dari jendela informasi kebakaran belum besar," ujar Huda.

"Di karenakan panik akhirnya korban jiwa terdiri dari anak-anak tertinggal, orang tua korban tidak sempat membawa anaknya untuk menghindar dari kebakaran," lanjutnya.

Huda mengungkapkan, sang pemilik yang lompat keluar jendela itu, tertimpa plafon rumah yang menyebabkan dirinya tidak bisa menyelamatkan anaknya di dalam rumah.

"Korban luka tertimpa plafon, karena begitu lompat di bawah, karena cidera tidak bisa langsung berpindah posisi," kata Huda.

Huda menyebut, saat petugas datang ke TKP, orang tua dari korban itu langsung meminta petugas untuk menyelamatkan anaknya yang terjebak di dalam rumah. 

Na'as, ketika petugas yang sudah memakai alat Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) itu tidak bisa menembus ke dalam rumah, diakibatkan api yang sudah membesar. 

"Setelah petugas pertama datang Orang Tua meminta tolong untuk menyelamatkan anaknya yang terjebak, petugas yang sudah menggunakan Alat SCBA tidak berhasil menembus untuk menyelamatkan, karena Api sudah besar," ujar Huda.(m27)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved