Senin, 13 April 2026

Kabupaten Bogor

Siswa Sekolah Rakyat Inten Soeweno Bogor Jalani Tes Kesehatan Gratis

Pada hari pertama MPLS ini, para siswa dan siswi menjalani pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Kementerian Kesehatan.

|
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
SEKOLAH RAKYAT - Para siswa Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Inten Soeweno Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjalani pemeriksaan kesehatan pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (14/7/2025). 

Laporan wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Sekolah Rakyat (SR) tingkat SMP di Sentra Terpadu Inten Soeweno, Cibinong, Kabupaten Bogor, resmi dibuka pada Senin (14/7/2025).

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SR Inten Soeweno ini dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.

Turut hadir Menteri Sosial Saefullah Yusuf, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Rini Widyantini.

Selain itu, ada juga Wakil Menteri  Sosial Agus Jabo Priyono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi dan Ketua Formatur Sekolah Rakyat Mohamad Nuh.

Baca juga: BREAKING NEWS, Muhaimin Iskandar Buka MPLS Sekolah Rakyat di Cibinong Bogor

Kegiatan MPLS Sekolah Rakyat Inten Soeweno ini diikuti oleh 100 siswa-siswi yang berasal dari Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.

Pada hari pertama MPLS ini, para siswa dan siswi menjalani pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Kementerian Kesehatan.

"Kita sudah lakukan pemeriksaan kesehatan. Masalah yang paling banyak adalah gigi. Lalu berikutnya mata, mungkin perlu diberi kaca mata," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Cibinong, Senin (14/7/2025).

Namun ada yang cukup mengagetkan tim Kementerian Kesehatan yaitu ditemukannya kasus hipertensi.

"Ada juga yang bikin kaget yaitu hipertensinya lumayan. Jadi anak-anak ini akan kita urus agar tidak pernah sakit selama sekolah di sini," paparnya.

Ketua Formatur Sekolah Rakyat, Mohamad Nuh, menambahkan Sekolah Rakyat ini tidak menggunakan tes, tetapi pemetaan.

Baca juga: Dua Sekolah Rakyat Segera Beroperasi di Kabupaten Bogor, Ini Lokasinya

"Ada tiga pemetaan yang kita lakukan yaitu pemetaan jasmani, termasuk pemeriksaan kesehatan, pemetaan psikososial dan pemetaan akademik," ungkapnya.

Dia menjelaskan tiga pemetaan ini menjadi baseline (dasar) untuk mengukur perkembangan siswa selama belajar di Sekolah Rakyat.

"Nanti setiap anak kita ukur delta (kenaikannya) sehingga bisa dengan cepat mencapai cita-citanya," imbuhnya.

Eks Menteri Pendidikan Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mengungkapkan anak-anak Sekolah Rakyat ini akan diberi pendidikan karakter dengan sistem asrama.

"Bukan hanya pendidikan karaketer, kita juga memberikan life skill agar mereka memiliki kompetensi yang beragam, termasuk kompetensi digital yang dibutuhkan saat ini," tandas Nuh.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved