Minggu, 12 April 2026

Pendidikan

Dua Sekolah Rakyat Segera Beroperasi di Kabupaten Bogor, Ini Lokasinya

Dinas Sosial Kabupaten Bogor telah menyiapkan dua lokasi untuk pelaksanaan program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru 2025/2026.

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
SEKOLAH RAKYAT - Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Maruf (pakai topi) meninjau fasilitas Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Inten Suweno di Karadenan, Kecamatan Cibinong, pada Kamis (10/7/2025). Pemkab Bogor menyiapkan dua Sekolah Rakyat untuk memberi akses warga miskin meraih pendidikan layak. 

Laporan wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Pemerintah Kabupaten Bogor mendukung program Sekolah Rakyat (SR) yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dinas Sosial Kabupaten Bogor telah menyiapkan dua lokasi untuk pelaksanaan program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru 2025/2026 yang akan mulai berjalan pada 14 Juli 2025.

Lokasi pertama berada di Sentra Terpadu Inten Suweno di Karadenan, Kecamatan Cibinong, untuk jenjang SMP. Lalu lokasi kedua di Sentra Terpadu Galih Pakuan, Kecamatan Ciseeng, untuk jenjang SMA.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan Sekolah Rakyat ini merupakan bentuk kemerdekaan yang nyata agar pendidikan bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Konsep Sekolah Rakyat  mengacu pada model pendidikan berasrama (boarding school) sesuai dengan arahan dari Kementerian Sosial," kata Rudy di Cibinong, Kamis (10/7/2025).

Baca juga: Kementerian Sosial Targetkan Bangun 200 Sekolah Rakyat, Kabupaten Bogor Masuk Prioritas

Dia menambahkan SR ini dirancang sebagai tempat belajar gratis, fleksibel, dan ramah untuk anak-anak dari latar belakang sulit ekonomi. 

"Kurikulumnya tidak hanya pelajaran, tapi juga kepemimpinan, life skills, kesehatan dan gizi, serta nasionalisme dan karakter," ujarnya.

Rudy mengungkapkan Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan pemerataan akses pendidikan bagi semua. 

"Pendidikan harus bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga anak-anak Kabupaten Bogor bebas dari putus sekolah," paparnya.

Menurutnya, putus sekolah bukan akhir cerita karena SR memberi harapan baru untuk anak-anak yang sempat terhenti pendidikannya. 

"Mudah-mudahan kedua SR ini bisa berjalan,” ungkap Rudy.

Baca juga: Dikawal Presiden Prabowo, Tanggapan Orangtua MK Putuskan Sekolah Gratis SD, SMP Negeri dan Swasta

Rudy berharap program ini mampu mengurangi kesenjangan pendidikan dan memberikan peluang bagi anak-anak dari keluarga pra sejahtera untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas dan lingkungan yang sehat.

“SR menciptakan ruang tumbuh yang aman dan mendidik bagi anak-anak yang selama ini mengalami keterbatasan dalam mengakses pendidikan formal,” tutur Rudy.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf menjelaskan sebanyak 67 siswa telah terdaftar dalam program ini, terdiri dari 50 siswa jenjang SMA dan 17 siswa jenjang SMP. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved