Minggu, 3 Mei 2026

Kabupaten Bogor

Kali Cibarengkok Meluap, 3.936 Warga Klapanunggal dan Cileungsi Bogor Terdampak

Berdasarkan data, total 3.936 warga Kecamatan Klapanunggal dan Kecamatan Cileungsi yang terdampak banjir.

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
istimewa
BANJIR DI BOGOR- Ribuan warga di Kecamatan Klapanunggal dan Cileungsi terdampak banjir luapan Kali Cibarengkok pada Senin (7/7/2025). 

Laporan wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, KLAPANUNGGAL - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor pada Senin (7/7/2025) membuat Kali Cibarengkok meluap.

Luapan kali menyebabkan banjir di bagian timur Kabupaten Bogor.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor menunjukkan total 3.936 warga Kecamatan Klapanunggal dan Kecamatan Cileungsi yang terdampak banjir.

Bupati Bogor Rudy Susmanto memerintahkan koordinasi lintas instansi untuk memastikan evakuasi berjalan aman, distribusi logistik merata, dan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

"Kami bergerak sejak malam kejadian. BPBD, Dinas Sosial, Dinkes, hingga relawan diterjunkan ke lapangan," kata Rudy di Cibinong, Selasa (8/7/2025).

Baca juga: Rumah Hancur Terdampak Banjir dan Longsor, Erwin Berharap Pemkot Depok Bantu Renovasi

Dia menjelaskan Pemkab Bogor menyiapkan dapur umum, posko kesehatan, dan tenda evakuasi untuk warga terdampak banjir

"Fokus utama kami adalah keselamatan dan pemulihan cepat bagi warga terdampak," ungkap Rudy.

Camat Klapanunggal, Galuh Sri Wahyuni, mengatakan pihaknya bersinergi dengan pemerintah desa, termasuk Desa Cikahuripan, untuk mengevakuasi warga dari perumahan-perumahan terdampak seperti PH 9, Mega Residence, Kehuripan Mas, dan PMI. 

"Posko bantuan didirikan di titik strategis dan bantuan logistik mulai dari sembako, perlengkapan balita, hingga layanan kesehatan telah disalurkan. Distribusi Logistik, Posko Kesehatan, dan Dapur Umum Jadi Prioritas Utama bagi warga terdampak bencana," ungkapnya.

Baca juga: Usai Banjir Bandang, Menteri Lingkungan Hidup Akan Bongkar 4 Bangunan Ilegal di Puncak Bogor

Dalam upaya penanganan pasca bencana, Kecamatan Klapanunggal telah berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak, seperti BPBD, Dinas Sosial, Baznas, serta pemerintah desa dan masyarakat. 

"Bantuan logistik sudah disalurkan, termasuk sembako dan kebutuhan dasar lainnya," beber Wahyuni.

Terkait kebutuhan spesifik, pendataan sudah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sedang sakit. 

“Kami berupaya menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan mereka. Pemerintah desa juga mulai mengumpulkan data rinci untuk mempercepat proses penyaluran,” ungkapnya.

Baca juga: Jakarta Diterjang Banjir Kiriman, Hujan Lokal dan Banjir ROB, Pramono Ngaku Begadang Pantau Banjir

Untuk menghadapi kemungkinan banjir susulan, pihak Kecamatan telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui RT, RW, dan tokoh setempat. 

“Kami minta warga waspada jika terjadi hujan deras. Segera cari tempat aman seperti kantor desa, masjid, atau mushola,” tambahnya.

Sebagai informasi, dapur umum telah dibuka di Perumahan Puri Kahuripan 9 bekerja sama dengan Dinas Sosial. 

Selain itu, pelayanan kesehatan dilakukan oleh Puskesmas Bojong dan tenaga medis dari Dinkes yang siaga di Desa Cikahuripan.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved