Rabu, 8 April 2026

Iran VS Israel

Gedung Putih Deklarasi Perang Lawan Badan Intelijen AS Lantaran Bocorkan Data Militer​

Seorang pejabat senior Gedung Putih seperti dimuat Al Mayedeen mengaku siap mendeklarasikan perang terhadap para pembocor informasi.

Editor: murtopo
Tribun Network
AS SERANG FASILITAS NUKLIR IRAN -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim, fasilitas nuklir Iran di tiga lokasi telah dilenyapkan. Militer AS telah melakukan serangan udara besar-besaran kepada Iran pada Sabtu (21/6/2025) malam. Namun Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat membocorkan bahwa serangan ke situs nuklir Iran kurang efektif.  

TRIBUNNEWSDEPOK.COM -- Pihak Gedung Putih mendeklarasikan perang dengan Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat yang membocorkan hasil serangan ke situs nuklir Iran

Seorang pejabat senior Gedung Putih seperti dimuat Al Mayedeen Kamis (26/6/2025) mengaku siap mendeklarasikan perang terhadap para pembocor informasi.

"Kami mendeklarasikan perang terhadap para pembocor," kata seorang pejabat senior Gedung Putih.

Dari kebocoran itu, pemerintah AS melakukan berbagai upaya untuk memperketat akses ke intelijen.

AS SERANG FASILITAS NUKLIR IRAN -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim, fasilitas nuklir Iran di tiga lokasi telah dilenyapkan. Militer AS telah melakukan serangan udara besar-besaran kepada Iran pada Sabtu (21/6/2025) malam.
AS SERANG FASILITAS NUKLIR IRAN -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim, fasilitas nuklir Iran di tiga lokasi telah dilenyapkan. Militer AS telah melakukan serangan udara besar-besaran kepada Iran pada Sabtu (21/6/2025) malam. (Tribun Network)

Baca juga: Gedung Putih Ngamuk, Intelijen Pertahanan Amerika Bocorkan Kegagalan Serangan ke Situs Nuklir Iran

Para pejabat menuding kebocoran terjadi setelah dokumen tersebut dirilis di CAPNET.

Kroni Donald Trump pun mendesak pengurangan akses Kongres terkait informasi intelijen.

Pembatasan lebih lanjut kemungkinan akan mengobarkan kekhawatiran tersebut.

Namun, pejabat pemerintah tetap bersikap menantang. 

"Tidak ada alasan untuk melakukan ini lagi," kata salah seorang pejabat.

Baca juga: Iran Tantang Negara Barat Perlihatkan Bukti Tuduhan Mereka Soal Pembuatan Senjata Nuklir Iran

Dimuat Al Mayedeen, pemerintahan Trump berencana untuk membatasi bagaimana informasi rahasia dibagikan kepada Kongres Amerika Serikat (AS).

Dalam laporan yang bocor disebut pemboman AS baru-baru ini terhadap fasilitas nuklir Iran kurang efektif.

Hal ini berbeda seperti yang diklaim Presiden Trump yang mengaku berhasil menghancurkan total 3 situs nuklir Iran.

Baca juga: Donald Trump Berang Diberitakan Amerika Gagal Serang Pusat Nuklir Iran

Kebocoran tersebut memicu kemarahan di Gedung Putih dan mendorong penyelidikan FBI.

Para pejabat mengklaim bahwa laporan awal Badan Intelijen tidak lengkap dan hanya berdasarkan citra satelit.

 

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved