Rabu, 10 Juni 2026

Iran vs Israel

Donald Trump Sindir Rezim di Teheran Lemah, Ali Khamenei Janji Bakal Bikin Amerika Merugi

Atas serangan itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei berjanji akan membalas serangan AS terhadap negaranya.

Tayang:
Editor: murtopo
Tribun Network
SITUS NUKLIR IRAN DISERANG -- Tiga situs nuklir Iran mengalami kerusakan setelah diserang oleh Amerika Serikat. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Nuri Yatul Hikmah

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TEHERAN — Jual-beli serangan masih terjadi antara Iran dan Israel hingga konflik memasuki hari ke-11 pada Senin (23/6/2025).

Dilansir dari Aljazeera.com, sebanyak 400 warga Iran telah tewas akibat serangan Israel, sementara 3.056 lainnya terluka.

Sementara di Israel, sedikitnya 24 orang telah tewas dalam serangan Iran.

Serangan Israel terhadap Iran dilakukan melalui Operasi Iran Midnight Hammer yang melibatkan 125 pesawat militer AS. 

Mereka menargetkan tiga fasilitas Iran yakni Fordo, Natanz, dan Isfahan pada Minggu (22/6/2025) pagi.

AS SERANG FASILITAS NUKLIR IRAN -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim, fasilitas nuklir Iran di tiga lokasi telah dilenyapkan. Militer AS telah melakukan serangan udara besar-besaran kepada Iran pada Sabtu (21/6/2025) malam.
AS SERANG FASILITAS NUKLIR IRAN -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim, fasilitas nuklir Iran di tiga lokasi telah dilenyapkan. Militer AS telah melakukan serangan udara besar-besaran kepada Iran pada Sabtu (21/6/2025) malam. (Tribun Network)

Baca juga: Donald Trump Minta Iran Menyerah, Klaim Fasilitas Pengayaan Nuklir Iran Telah Dilenyapkan

Atas serangan itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei berjanji akan membalas serangan AS terhadap negaranya.

Bahkan, Ali Khamenei memperingatkan bahwa akan ada hal merugikan Washington apabila memilih untuk langsung memasuki perang.

“Kerusakan yang akan dideritanya akan jauh lebih besar daripada kerugian yang mungkin dialami Iran. Kerugian yang akan diderita AS pasti tidak akan dapat diperbaiki jika ia ikut campur dalam konflik ini secara militer," kata Ali.

Sebelumnya,Presiden AS Donald Trump memberikan isyarat atas kemungkinan perubahan rezim di Teheran yang dianggap lemah.

"Rezim Iran saat ini tidak mampu membuat Iran hebat lagi, mengapa tidak ada perubahan rezim?" kata Trump dikutip dari Aljazeera.com, Senin (23/6/2025).

Baca juga: Amerika Serang Fasilitas Nuklir Iran, Badan Tenaga Atom Internasional Diam

Sementara itu, warga Iran di dalam dan luar negeri telah memantau dan ramai memberikan reaksi terhadap peristiwa yang berkembang pesat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pengeboman situs nuklir utama Iran.

Mereka menyadari bahwa negaranya telah diserang dan berjanji akan menanggapinya,

"Kita harus tetap sabar dan menunjukkan tanggapan yang proporsional terhadap agresi ini. Hanya jika tindakan ini dihentikan, maka kita akan membuat keputusan tentang jalur diplomatik dan kemungkinan memulai kembali negosiasi,” demikian kata warga Iran dilansir dari Al-jazeera. (m40)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved