Senin, 8 Juni 2026

Kabel Udara Menjuntai

Kabel Semrawut Bikin Warga Celaka, 3 Orang Jadi Korban Terjerat Kabel Dalam 3 Hari Terakhir

Seperti yang terjadi di Jalan Raya Bogor, seorang pengendara motor mengalami luka robek di bagian lehernya lantaran terjerat kabel yang menjuntai.

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
istimewa
KABEL SEMRAWUT BIKIN CELAKA WARGA -- Lokasi kabel semrawut yang sebabkan 2 pengendara motor luka-luka akibat terjerat kabel di kawasan Taman Pendongkelan, Cengkareng, Jakarta Barat. 

Laporan wartawan Wartakotalive.com Hiromimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Kabel semrawut di sejumlah wilayah di Jabodetabek sudah banyak memakan korban, sejumlah warga mengalami luka-luka akibat terjerat kabel semrawut yang menjuntai.

Seperti yang terjadi di Jalan Raya Bogor, seorang pengendara sepeda motor mengalami luka robek di bagian lehernya lantaran terjerat kabel yang menjuntai.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (11/6/2025) pukul 04.00 WIB di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Nanggewer Km 49, tepatnya di seberang PT Asalta Plan, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kejadian ini pun viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @satrianurokta yang merupakan kakak korban.

"Adik saya korban akibat kabel menjuntai di tengah jalan," tulis akun tersebut.

Baca juga: Viral Leher Pria Asal Cimandala Alami Luka Robek Akibat Terjerat Kabel Semrawut di Jalan Raya Bogor

Satria mengungkapkan peristiwa itu terjsdi saat sang adik hendak berangkat ke Jakarta untuk suatu urusan.

"Rabu, 11 Juni 2025, adik saya berangkat pukul 4.00 dini hari sebelum subuh dari rumah kami di Cimandala, Bogor, untuk suatu urusan di Jakarta. Dia lewat Jalan Raya Jakarta-Bogor," ungkapnya.

Namun saat hendak salat subuh, dia mendapat telepon dari sang adik yang mengabarkan dirinya terlibat kecelakaan di Nanggewer.

"Saat melintas di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Nanggewer Km 49, tepatnya di seberang PT Asalta Plan, adik saya tersabet kabel yang menjuntai di tengah jalan. Kabelnya tidak terlihat karena kondisi jalan yang gelap," jelasnya.

Satria mengungkapkan adiknya bukanlah tipe pengendara motor yang ugal-ugalan dengan kecepatan tinggi.

"Jadi kurang lebih kecepatannya 40 km/jam," bebernya.

Baca juga: Pemkot Depok Kebut Penertiban Kabel Optik Semrawut Jalan Komjen Pol M Jasin, Beres dalam Tiga Bulan

Akibat sabetan kabel, helm sang adik terlepas dan tersangkut kabel tersebut.

"Adik saya mengalami luka parah di leher sampai sobek seperti digorok," imbuhnya.

Tak hanya sang adik, pengendara lain di belakangnya juga terkena kabel yang sama hingga terjatuh.

"Adik saya sempat menolong pengendara di belakangnya yang terjatuh karena belum sadar lehernya luka parah. Orang yang ditolong justru yang mengingatkan. Katanya, 'Mas, itu lehernya!' Sontak adik saya lemas dan shock," lanjutnya.

Dalam keadaan shock, korban kemudian menghubungi keluarga dan meminta  bantuan kepada satpam PT Asalta Plan yang berada di seberang lokasi kejadian tersebut.

Baca juga: Warga yang Terganggu Kabel Semrawut dan Membahayakan Bisa Lapor ke DPUPR Kota Depok

Korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit FMC Cibinong untuk mendapat penanganan medis.

"Adik saya terkena luka sobek yang cukup parah di leher. Alhamdulilah, tidak kena trakea dan urat nadi. Adik saya mendapat 8 jahitan di leher," ujar Satria.

Dia berharap instansi terkait segera memperbaiki kabel semrawut tersebut agar tidak jatuh korban lebih banyak.

"Untuk dinas terkait, saya tidak tahu apa itu kabel Telkom/PLN/PJU, dan ini aduan untuk Bupati dan bahkan Gubernur, jangan sampai ada korban lagi," tandas Satria.

Sementara itu insiden pemotor celaka lantaran kabel udara menjuntai, juga terjadi di kawasan Taman Pendongkelan, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (10/6/2025).

Dari video yang tersebar di media sosial, diketahui bahwa kecelakaan itu terjadi pada pukul 16.40 WIB.

Akibatnya, dua pengendara tersebut mengalami luka-luka di bagian dagu, hingga jari kakinya.

"Tadi kenapa pak?," tanya pembuat video. "Itu tadi ada mobil boks kena kabel. Jadi aku di belakangnya takut kena kabel, jadi aku jatuh," demikian percakapan yang terekam dalam video singkat di media sosial.

Menurut korban, kabel itu jatuh dan menjeratnya usai sebuah mobil boks melintas. 

Di saat yang bersamaan, korban yang berada di belakangnya, berusaha menghindari kabel tersebut hingga kemudian terjatuh.

Seketika itu juga, kabel yang menjerat dua pengendara itu menjuntai dan membelah jalan.

Saat dikonfirmasi Warta Kota, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat, Darwin Ali menyebut jika hal tersebut bukan asetnya meski berada di wilayah Jakarta Barat.

"Infonya milik Dinas SDA, tidak ada ke kami," kata Darwin saat dikonfirmasi, Jumat (13/6/2025).

Seentara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Jakarta Barat (Jakbar) Purwanti Suryandari menyampaikan bahwa kabel menjuntai yang celakai pengendara adalah milik Jakarta Smart City (JSC).

"Tadi saya dapat dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas SDA, katanya (kabel menjuntai) itu punya JSC, kabel CCTV JSC," ungkap Purwanti kepada wartawan, Jumat.

Merespon kejadian itu, Komisi C DPRD meminta agar dinas terkait menyelesaikan masalah kabel ini agar tidak lagi menelan korban.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta, Lukmanul Hakim saat ditemui wartawan, di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat.

"Kami minta di Cengkaregng, Dinas Bina Marga turun dan tidak boleh lagi ada korban masyarakat yang terkena kabel," kata Lukman.

Dirinya juga meminta kepada pihak pemilik kabel agar bertanggungjawab merapikan kabal utilitas yang masih berserakan, baik lewat penanaman kabel maupun cara lainnya.

Adapun untuk rencana penanaman kabel, Lukman menyebut jika hal tersebut masih dibahas bersama dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMN), yakni Kakarta Properti (Jakpro) dan Sarana Jaya. 

"Sebenarnya ini kan soal utilitas ya, artinya kabel provider yang tidak bertanggungjawab atas kabel-kabelnya ini," ucapnya.

Lebih lanjut, Lukman menyampaikan bahwa DPRD Jakarta kini sudah membuat panitia khusus (Pansus) untuk membahas masalah kabel di Jakarta.

Pembentukan itu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya korban akibat kabel menjuntai.

"Nanti kami juga akan menyampaikan ke teman-teman Pansus agar tidak boleh lagi ada luka masyarakat yang kena kabel utilitas yang jatuh," pungkasnya. (RON/m40)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved