Depok Hari Ini
Kinerja Supian-Chandra Tidak Memuaskan di Mata Warga Depok, Ini Penyebabnya
Hasil survei yang dilakukan Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus), hanya 39,05 persen warga Depok yang puas dengan kinerja Supian-Chandra.
Laporan wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, LIMO - Warga Kota Depok menilai kinerja 100 hari pertama pemerintahan Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah tidak memuaskan.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus), hanya 39,05 persen warga Depok yang puas dengan kinerja Supian-Chandra.
"Sebanyak 60,95 warga Kota Depok tidak puas dengan kinerja 100 hari Supian Suri-Chandra Rahmansyah sebagai Walikota dan Wakil Walikota Depok," kata Pendiri LS Vinus, Yusfitriadi, di Sekretariat LS Vinus Kota Depok, Jalan Cemara No.88, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok, Rabu (4/6/2025).
Pria yang biasa disapa Kang Yus ini mengatakan hasil survei ini menjadi lampu kuning bagi pasangan Supian-Chandra.
Baca juga: LS Vinus Buat Survei 100 Hari Kerja Supian Suri-Chandra Rahmansyah Pimpin Depok, Begini Hasilnya
"Kalau dianalogikan dengan lampu lalu lintas merah, kuning, dan hijau, hasil survei ini masuknya di warna kuning. Hasilnya mungkin tidak jeblok banget, tapi kuning ya hati-hati," ujarnya.
Kang Yus mengungkapkan tolok ukur kinerja 100 hari adalah trust atau kepercayaan publik.
"Trust publik itu penting di awal pemerintahan. Jangan sampai dari awal publik sudah tidak percaya. Kalau publik di awal sudah tidak percaya, susah lagi membangun kepercayaan," bebernya.
Sementara kalau dianalogikan dengan proses take off (lepas landas) pesawat, lanjutnya, hasil survei ini menunjukkan hard take off.
"Hard take off itu melalui turbulensi yang luar biasa, sehingga masyarakat dibayang-bayangi kejatuhan. Masyarakat dibayang-bayangi perasaan was-was apakah akan sampe tujuan dengan kinerja seperti ini," papar Kang Yus.
Baca juga: 100 Hari Kerja Rudy-Jaro Ade, Warga Masih Kurang Puas Terhadap Kinerja di Bidang Ketenagakerjaan
Dia menduga ada sejumlah faktor yang membuat kinerja 100 hari Supian-Chandra kurang begitu memuaskan.
Pertama, mesin pemerintahan yang tidak berjalan maksimal.
"Kalau di pemerintahan itu ada 3 mesin, yaitu mesin legislatif, mesin birokrasi, dan mesin politiknya wali kota dan wakil wali kota. Nah mesin-mesin ini harus dicek dimana yang tidak jalan? Apakah di legislatifnya, birokrasinya atau memang di wali kota dan wakil wali kota yang tidak punya gagasan," ucapnya.
Kedua adalah cuaca atau situasi masyarakat Kota Depok.
"Apakah masyarakat tidak bisa diajak berubah? Misalnya, masyarakat susah untuk diajak berbuat baik, tidak membuang sampah sembarangan, budaya antre dan lain sebagainya," imbuh Kang Yus.
Ketiga adalah faktor metode atau gaya kepemimpinan Wali kota dan Wakil Wali kota.
"Metodologi itu penting dalam pemerintahan. Nah yang digunakan metode apa? Apakah metode autokrasi, metode bottom up atau top down, itu akan mempengaruhi kinerja," tandas Yusfitriadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Wali-Kota-Depok-Supian-Suri-mengimbau-masyarakat-berhati-hati-dengan-scan-retina-mata.jpg)